BNI Cabang Palu Kucurkan Dana PEN Rp19,1 Miliar Ditengah Pandemi Corona

PALU, Kabar Selebes – BNI Cabang Palu hingga saat ini telah mengucurkan dana kredit dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp19,1 Miliar ditengah pandemi virus Covid-19.

Dana kredit PEN tersebut diperuntukan bagi mayoritas sektor usaha terdampak pandemi virus Covid-19.

Pimpinan BNI Cabang Palu, Sutarno kepada KabarSelebes.id megatakan, saat ini kurang lebih sekitar 27 debitur yang melakukan penjaminan kredit.

Total penjaminan kredit, kata dia, khusus asuransi Askrindob 19 debitur atau Rp14.852.007.947 dan Jamkrindo dengan delapan debitur senilai Rp4.312.000.000.

Dijelaskannya, kredit yang terealiasi di sektor kecil terutama mengalir ke bidang perdagangan, pertanian, dan sektor jasa.

Selain itu, BNI juga terus memonitor dengan ketat pengucuran kredit PEN untuk memastikan kualitasnya.

“Upaya yang kami lakukan sejatinya agar terus aktif menyalurkan kredit beriringan dengan program-program pemerintah. Meskipun ditengah kondisi pandemi virus Covid-19,” ujar Sutarno, Rabu (7/10/2020).

Menurutnya, BNI dipilih menjadi Bank penyalur, karena dianggap mampu menyediakan sistem yang terintegrasi dengan baik, mulai dari pembukaan rekening secara kolektif sampai tahap monitoring pencairan.

Tidak hanya itu, BNI juga mampu memberikan kemudahan penerima dalam proses pembuatan rekening dengan sistem burekol atau buka rekening kolektif.

Sehingga para penerima hanya perlu melakukan proses aktivasi rekening sebelum buku tabungan dan kartu debit dapat diambil di outlet BNI.

Secara nasional, penyaluran kredit BNI ditopang oleh kinerja penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dimana selama 2020, BNI membukukan likuiditas yang cukup guna mendanai ekspansi.

Pada paruh pertama 2020, perolehan DPK mencapai Rp662,38 Triliun atau tumbuh 11,3 persen secara tahunan dari Rp595,07 Triliun pada paruh pertama 2019.

“Pertumbuhan DPK tersebut lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan DPK di industri per Juni 2020 yang tumbuh 7,95 persen,” tandasnya. (rkb/rlm/fma)

Laporan : Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini….