Ditangkap BNNP Sulteng, H Ternyata Juga Buruan BNNP Sulut

Konferensi pers Kepala BNN Sulawesi Tengah Brigjen Pol Sugeng Suprijanto (tengah) bersama Kabid Pemberantasan BNN Sulteng AKBP Baharuddin (kiri) BNN Sulut Kompol Yus Sajanbati (kanan) terkait penangkapan kasus narkoba, Kamis malam, 8 Oktober 2020 di Kantor BNN Sulawesi Tengah, Jalan Dewi Sartika, Kota Palu. (Foto-foto Patar)

PALU, Kabar Selebes – Usai ditangkap BNN Provinsi Sulawesi Tengah setelah pesta narkoba di sebuah kamar penginapan di Tatanga, 5 Oktober lalu, H juga ternyata adalah buruan BNNP Sulawesi Utara (Sulut). Menerima informasi buruannya ditangkap, BNNP Sulawesi Utara pun berkoordinasi dengan BNNP Sulawesi Tengah dan memutuskan untuk berangkat ke Palu.

“Nama H terungkap setelah BNNP Sulawesi Utara menangkap seorang berinisial HG, 11 September lalu di wilayah Sulawesi Utara. HG ditangkap dengan barang bukti shabu satu gram lebih,” kata Kepala Seksi Penyidikan BNN Sulawesi Utara Komisaris Polisi Yus Sajangbati dalam Konferensi Pers bersama BNN Sulawesi Tengah, Kamis, 8 Oktober 2020.

Sejauh ini BNNP Sulawesi Utara masih mendalami peran H dan hubungannya dengan HG. “Itu masih kita dalami apalagi kami juga baru tiba di Palu,” kata Yus.

Apakah H akan dibawa ke Sulawesi Utara untuk menjalani pemeriksaan disana, Yus menyatakan masih harus koordinasi dengan BNN Sulawesi Tengah.

Sementara itu Kabid Berantas BNNP Sulawesi Tengah AKBP Baharudin menjelaskan, berdasarkan informasi dari masyarakat, tim BNNP Sulawesi Tengah pun menggerebek salah satu kamar di sebuah homestay di Jalan I Gusti Ngurah Rai, 5 Oktober 2020, pukul 21.37 malam.

Menurut Baharudin, dalam penggerebekan itu hanya ada anggota BNNP Sulawesi Tengah yang bersenjata. Sementara tim beraksi, sejumlah warga dengan bersenjata tajam berusaha merapat. “Meski sudah melepaskan tembakan, personil tidak seimbang dan mereka sudah memukul tiang listrik. Akhirnya tim kami hanya menangkap dua orang perempuan. Empat lainnya langsung kabur termasuk H,” kata Baharudin.

Malam itu juga, rencananya H akan menyerahkan diri ke BNNP Sulawesi Tengah, Rabu dinihari. Namun hingga waktu yang dijanjikan H tidak muncul. Petugas pun melakukan pencarian. Termasuk hingga ke bandara.

Pagi harinya, H berhasil dibuntuti setelah ketahuan mengendarai mobil mewah warna putih di seputaran Jalan Dewi Sartika. H pun disanggong dekat SMA 3 Palu.

Saat ini tiga orang masih terus dikejar oleh BNNP Sulawesi Tengah.

Sementara tes urine H bersama dua perempuan dinyatakan positif. Saat ini H bersama dua perempuan mendekam di tahanan BNNP Sulawesi Tengah.

Untuk penetapan status, penyidik BNNP Sulawesi Tengah memiliki waktu 6 X 24 jam sejak penangkapan. Saat ini H bersama dua perempuan masih terus menjalani pemeriksaan.

Polisi juga menyita barang bukti berupa 15 paket sabu, satu bong, uang Rp5,5 juta, tujuh buah telepon seluler, ATM 7 lenbar. plastik kosong, satu pireks kaca, dan satu tas selempang.

Kepala BNNP Sulawesi Tengah Brigjen Pol Sugeng Suprijanto meminta kepada masyarakat untuk turut membantu dalam pemberantasan narkotika. (Ptr/fma)

Silakan komentar Anda Disini….