Kesekjenan DPR Ungkap Upaya Peretasan Situs Sejak UU Cipta Kerja Disahkan

Gedung DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)

Jakarta, Kabar Selebes – Website DPR RI sempat mengalami gangguan. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengatakan ada upaya peretasan (hack) terhadap website www.dpr.go.id.

Pantauan detikcom, situs www.dpr.go.id masih mengalami gangguan hingga pukul 09.14 WIB. Namun, pada pukul 11.30 WIB, akses terhadap situs itu sudah kembali normal.

“Ya memang ada juga upaya upaya dari pihak tertentu untuk mendesak website DPR ini supaya tidak berfungsi dengan cara teknologi,” kata Indra di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2020).

https://tpc.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html “Tadi malam memang ininya sangat banyak sekali ya. Jadi upaya itu ada, upaya untuk melakukan hack ada. Indikasi itu (hack) ada. Itu sangat jelas,” imbuhnya

Indra juga mengatakan upaya peretasan itu sudah ditangani. Menurutnya, DPR turut bekerja sama dengan pihak lain, seperti Telkom dan Bareskrim Polri, guna menangani kejadian itu.

“Tapi kami dari DPR kami punya pusat, namanya Pusat Data dan Informasi yang bekerja sama juga dengan Telkom, bekerja sama juga dengan Bareskrim, sudah mengatasi itu sehingga hari ini berkurang,” ujar Indra.

Indra belum memastikan apakah pihak DPR akan mengambil langkah hukum atau tidak. Namun saat ini DPR masih terus memantau pergerakan peretasan tersebut.

“Ya kami bersama Telkom dan juga Bareskrim kami memonitor teruslah. Jadi nanti pada titik tertentu, kami akan mengambil tindakan hukum atau tidak tentu kami tidak bisa sampaikan di sini. Sejauh mana nanti itu terdampak bagi kegiatan di DPR tentunya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pranata Komputer DPR RI, Fariza Emra, menjelaskan sejumlah pihak telah berusaha membanjiri trafik website DPR RI, sehingga website tersebut sulit untuk diakses.

“Jadi sedikit yang saya sampaikan, imbas dari kejadian ini sistem ternyata website utama kita website DPR itu, upaya-upaya untuk kalau istilah teknisnya mungkin kita sebut di-DOS, jadi membanjiri trafik kita supaya website itu tidak bisa berfungsi. Jadi ada orang yang mau membuka informasi di website itu terganggulah,” jelas Fariza.

Fariza menjelaskan serangan terhadap website DPR RI mulai terjadi sejak omnibus law UU Ciptaker disahkan. Sejak saat itu, banyak serangan terhadap website DPR RI.

“Kalau untuk kejadian omnibus law ini, pas disahkan UU itu. Pas disahkannya,” ujarnya.

“Paling tinggi itu pas itu disahkan sekitar Senin sore menjelang Magrib, mungkin salat Magrib turun (serangannya), setelah itu menjelang malam, nah itu mulai naik lagi sampai saat ini,” imbuhnya.

Menurutnya, hampir semua website DPR RI diretas. Namun serangan terbanyak dilakukan kepada website utama, yaitu www.dpr.go.id.

“Sebenarnya kalau mau jujurnya transparansinya hampir semua website kita diserang, tapi yang paling tinggi itu website utama DPR yang www.dpr.go.id,” ucap Fariza. (fma)

Sumber : Detik.com

Silakan komentar Anda Disini….