Mahasiswa UPB Korban Bentrokan di Jababeka Jalani Operasi

Satu mahasiswa UPB korban bentrokan dengan aparat kepolisian menjalani operasi karena luka di kepala. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Jakarta, Kabar Selebes — Satu mahasiswa Universitas Pelita Bangsa (UPB) menjalani operasi karena luka di bagian kepala usai bentrok dengan aparat kepolisian saat demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja, di Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (7/10).

Mahasiswa tersebut juga telah sadar, namun masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Alhamdulilah sekarang kondisinya sudah sadar pascaoperasi, tinggal masa pemulihan,” kata Humas UPB Nining Yuningsih kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/10).

Nining mengatakan ada satu mahasiswa lagi yang masih menjalani perawatan, namun yang bersangkutan tak sampai menjalani operasi. Sedangkan empat mahasiswa lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Nining juga mengklarifikasi bahwa dari enam mahasiswa yang dilarikan ke rumah sakit, hanya dua mahasiswa yang memiliki luka serius. Sedangkan yang lainnya mengalami luka sedang dan ringan. “Tidak ada yang kritis mohon klarifikasi. Mahasiswa kita hanya terluka saja. Yang empat sudah pulang, yang dua masih di rumah sakit.

Infografis Jalan Mulus omnibus law ciptaker jokowi
Infografis Jalan Mulus omnibus law ciptaker Jokowi. (CNN Indonesia/Fajrian)

Sebelumnya Ketua DPC GMNI Kabupaten Bekasi Yogi Trinanda mengatakan korban luka bermula dari bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi. Bentrokan terjadi karena rombongannya diadang polisi ketika tengah aksi.

Mahasiswa, katanya, bernegosiasi dengan aparat yang sebelumnya melarang aksi dilakukan di kawasan Jababeka. Aparat setuju massa bergerak hingga kawasan Jababeka 1.

Namun sebelum sampai ke titik yang disepakati, mereka dihalangi polisi. Bentrokan pun terjadi. Polisi memukul mundur mahasiswa. Mahasiswa mundur. Namun, enam mahasiswa diduga mengalami kekerasan dari aparat. (fma)

Sumber : CNNIndonesia.com

Silakan komentar Anda Disini….