Penetapan Palu Zona Merah Penyebaran Corona Berimbas Pada Omset Pedagang Pasar Masomba

Suasana Pasar Tradisional Masomba yang terlihat sepi dari para pembeli. (Foto : Istimewa)

PALU, Kabar Selebes – Sejak ditetapkan Kota Palu sebagai wilayah kategori zona merah akibat meningkatnya pasien terkonfirmasi corona atau virus Covid-19 berimbas pada omset pedagang di Pasar Tradisional Masomba.

Omset penjualan para pedagang di Pasar Tradisional Masomba pun mengalami penurunan.

Pantauan media ini pada Rabu (7/10/2020) suasana pasar tersebut yang biasanya ramai, kini terlihat sepi dari para pembeli.

Sedangkan, harga jual sejumlah kebutuhan pokok hingga saat ini masih tetap stabil.

Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Masomba, Nirmala menuturkan, kondisi normal pendapatan perharinya, biasanya mencapai Rp 1.000.000.

Namun, beberapa pekan terakhir, sejak Kota Palu ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus Covid-19 justru menurun hingga 50 persen.

“Pembeli kurang. Jadi hanya meraup Rp 500.000 perhari. Kalau harga bahan pokok masih normal,” ujarnya.

Nurmala mengatakan, pasokan bahan pangan seperti telur mengalami penurunan harga jual, dari kisaran Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu per rak.

“Hal itu, dikarenakan tidak adanya hambatan pada proses pengiriman telur,” katanya.

Sama halnya dengan Anti salah satu pedagang rempah-rempah menyebutkan, harga cabai kriting mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yang sebelumnya hanya senilai Rp20 ribu menjadi Rp40-Rp42 ribu per kilonya.

Kenaikan harga tersebut, kata dia, sudah terjadi sejak dua bulan belakangan ini.

“Yang turun drastis itu, harga jual tomat yang hanya senilai Rp 5000 per dua kilogram. Kalau harga jual rempah-rempah jenis bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit berkisar antara Rp25-Rp30 ribu per kilogram,” terangnya. (rkb/rlm/fma)

Laporan : Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini….