Unjukrasa Ratusan Mahasiswa yang Berakhir Ricuh, Seorang Dosen Diamankan Polisi

Salah seorang mahasiswa yang berhasil diamankan aparat Kepolisian. (Foto : Mohammad Arief/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Aksi unjukrasa ratusan mahasiswa yang berakhir ricuh pada Kamis (8/10/2020), seorang dosen dari salah satu universitas di Kota Palu turut diamankan Polisi.

Seorang dosen tersebut kedapatan membawa petasan pada saat terjadi bentrok antara massa aksi dengan Polisi.

Dosen itu, secara terang-terangan membawa petasan yang diduga digunakan untuk melakukan perlawanan terhadap Polisi.

Seorang dosen itu, kemudian diamankan Polisi bersama 37 orang mahasiswa yang diduga turut melakukan aksi anarkis.

Pantauan media ini, aksi saling lempar pun terjadi sekitar pukul 13.32 Wita, ketika aparat menyemprotkan water canon dan tembakan gas air mata serta Flas Ball yang dibalas dengan lemparan batu oleh pengunjukrasa.

Lemparan batu itu, sempat membuat blokade aparat Kepolisian kocar kacir.

Kericuhan itu, mengakibatkan satu unit kendaraan dinas milik anggota Satuan Sabhara/Raimas Polres Palu dibakar oleh massa aksi.

Salah satu kendaraan dinas personel Sabhara/Raimas Polres Palu yang dibakar massa aksi. (Foto : Mohammad Arief/KabarSelebes.id)

Situasi semakin memanas setelah tembakan water canon, flas ball dibalas dengan beberapa petasan dari pengunjukrasa.

Bahkan aparat Kepolisian menjadi korban lemparan batu dan muntah- muntah akibat terhempas asap flas ball yang langsung dilarikan ke RS Bhayangkara.

Situasi akhirnya dapat terkendalikan sekitar pukul 14.30 Wita, setelah Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Palu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Riza Faizal bernegosiasi dengan sejumlah kordinator lapangan massa aksi.

Kemudian, massa aksi diperbolehkan berorasi dan didepan Gedung DPRD Sulteng.

Namun, kericuhan antara pengunjuk rasa dan aparat Kepolisian kembali terjadi sekitar pukul 16.37 Wita.

Hal itu dipicu akibat kekesalan ratusan mahasiswa terhadap Ketua DPRD Sulteng yang tak kunjung datang.

Ditambah lagi, ratusan mahasiswa tidak diperbolehkan masuk ke Gedung DPRD Sulteng.

Akibat kericuhan susulan itu, sebanyak 75 orang mahasiswa diamankan Polisi.

Begitu pula dengan aparat Kepolisian, sekitar puluhan orang mengalami luka- luka akibat terkena lemparan batu.

Sekitar pukul 17.25 Wita, situasi pun berangsur-ansur aman dan terkendali. (maf/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini….