Dugaan Kasus Kekerasan Wartawan Sultengnews.com Dipastikan Berlanjut Hingga Pengadilan

Alsih Marselina didampingi pengacaranya saat melaporkan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum Polisi ke Propam Polda Sulteng.

PALU, Kabar Selebes – Dugaan kasus tindak kekerasan yang dilakukan oknum anggota Kepolisian terhadap salah satu wartawan Sultengnews.com bernama Alsih Marselina pada saat peliputan demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berakhir ricuh dipastikan tetap berlanjut hingga pengadilan.

Dugaan kasus kekerasan itu, telah dilaporkan ke Propam Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng dengan Nomor : STPL/74/X/2020/Yanduan tentang pelanggaran disiplin/kode etik berupa “penganiayaan” yang diduga dilakukan oleh anggota Kepolisian dengan status Lidik, sesuai laporan Polisi Nomor : LP/ /X/2020/Yanduan, tanggal 08 Oktober 2020, pukul 16.55 Wita.

Salah satu pengacara Alsih Marselina, Roy Babutung kepada KabarSelebes.id, Jum’at (9/10/2020) mengatakan, kasus tersebut akan terus diproses karena melanggar pidana.

“Kami sudah melaporkan dugaan kasus itu, bagi kami harus terus diproses. Sebab hal itu, tindak pidana yang dilakukan salah satu oknum anggota Polisi,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi pembelajaran kedepannya, agar tidak ada lagi wartawan yang menjadi korban pemukulan dari oknum Polisi.

Olehnya, ia meminta, agar Kepolisian, terutama Propam Polda Sulteng dapat melakukan tindakan penyelidikan sekaitan perkara tersebut.

“Semoga penyelidikan yang dilakukan Propam Polda Sulteng tidak berlangsung lama,” katanya.

Pimpinan Redaksi Sulteng.news.com, Mahful Haruna menyatakan, kasus ini akan terus dilanjutkan hingga ketingkat pengadilan.

“Kita ingin oknun Polisi yang melakukan pemukulan terhadap wartawan sultengnews.com dapat segera ditemukan oleh Propam Polda Sulteng dan diproses sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku,” terangnya.

Dengan tegas Mahful menyatakan, pihaknya tidak akan mundur dalam kasus ini, karena yang dilakukan oknum Polisi sangat tidak bisa ditolerir.

“Saya tegaskan lagi, ada dua kesalahan fatal yang dilakukan oknum polisi itu. Pertama dia sudah tahu bahwa Alsih adalah wartawan, tetapi dia tetap memukulnya. Kedua, dia juga tahu Alsih itu perempuan, tetapi juga dia pukul,” tandasnya.

Senada dengan itu, Muhammad Irfan Umar (LBH APBKAI) Jakarta menyatakan, Propam Polda Sulteng harus mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap wartawan tersebut.

“Kalau dari kamibsendiri, akan terus mengawal korban keproses hukum yang lebih lanjut. Makanya kami meminta, agar Propam Polda Sulteng mengusut tuntas kasus ini, sebagimana kehendak korban,” katanya. (rkb/rlm/fma)

Laporan : Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini….