Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi yang Mengatur Antrian Jerigen Solar di 2 SPBU, Kapolres Parimo : Akan Lakukan Pulbaket dan Penyelidikan

Tampak antrian jerigen untuk mendapatkan bahan bakar solar di salah satu SPBU di Kecamatan Parigi. (Foto : Roy L. Mardani/KabarSelebes.id)

PARIMO, Kabar Selebes – Dugaan adanya keterlibatan oknum Polisi yang disebut-sebut mengatur antrian jerigen di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang terletak di Kelurahan Kampal dan Desa Pembalowo, Kecamatan Parigi mendapat respon dari Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Parigi Moutong (Parimo), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Batara Purwacaraka.

Informasi yang dihimpun media ini, seorang oknum Polisi itu, disebut-sebut mengatur jatah jerigen solar sebanyak 30 galon milik Kepolisian Sektor (Polsek) dan Polres yang diduga untuk didistribusikan ke lokasi pertambangan emas.

Akibat hal itu, terjadi antrian panjang truk di dua SPBU tersebut setiap kali melakukan pengisian bahan bakar jenis solar.

Bahkan, hampir seluruh sopir truk yang mengkeluhkan kondisi tersebut karena adanya pembatasan jumlah truk, yang akan melakukan pengisian bahan bakar oleh pihak SPBU akibat titipan jerigen sebanyak 30 galon dari oknum Polisi.

Tidak hanya itu, petani dan nelayan pun turut merasakan imbas dari kondisi tersebut lantaran kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar solar di dua SPBU.

Namun, informasi terbaru yang diterima media ini sejak Kamis malam (8/10/2020), titipan jerigen dari oknum Polisi di salah satu SPBU tidak lagi terlihat pasca pemberitaan dari beberapa media terkait hal itu.

Kapolres Parimo, AKBP Andi Batara Purwacaraka saat dikonfirmasi terkait dugaan adanya keterlibatan oknum Polisi yang mengatur antrian jerigen untuk mendapatkan bahan bakar solar. (Foto : Roy L. Mardani/KabarSelebes.id)

“Apabila ada oknum yang memanfaatkan situasi itu, kami akan lakukan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket), termasuk penyelidikan di lapangan,” tegas Andi Batara Purwacaraka kepada sejumlah awak media usai menghadiri kegiatan pameran aksi penurunan angka stunting di Aula Bappelitbangda Kabupaten Parimo pada Rabu (7/10/2020).

Ia berharap tidak ada oknum dari Polres maupun Polsek di Kabupaten Parimo yang terlibat dalam kegiatan penimbunan bahan bakar solar.

Kalaupun ada, kata dia, pihaknya akan segera melakukan penindakan.

Pasalnya, seorang seorang anggota Polri tidak diperbolehkan melakukan tindakan seperti itu, karena bahan bakar bersubsidi hanya diperuntukan bagi masyarakat.

Menindaklanjuti informasi terkait hal itu, pihaknya sudah memerintahkan seluruh jajaran Kapolsek untuk memeriksa empat SPBU.

Ditanya terkait dugaan adanya distribusi bahan bakar dari SPBU ke lokasi pertambangan emas, Andi Batara tetap mengaku akan melakukan Pulbaket terlebih dahulu.

“Bahan bakar untuk kebutuhan pertambangan seharusnya menggunakan bahan bakar non subsidi yang memang digunakan khusus industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, khusus para nelayan dan petani yang membeli bahan bakar menggunakan jerigen di SPBU, sepengetahuannya harus membawa surat rekomendasi.

Seharusnya, kata dia, ada stasiun khusus pengisian bahan bakar yang diperuntukan bagi nelayan dan petani.

Apalagi, di Kabupaten Parimo mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Hanya saja, penyediaan stasiun bahan bakar khusus nelayan dan petani lebih kepada kebijakan pemerintah setempat.

Sementara, berdasarkan aturan untuk pengisian bahan bakar di SPBU tidak diperbolehkan menggunakan jerigen.

“Di Kabupaten Parimo belum ada stasiun khusus pengisian bahan bakar bagi nelayan dan petani. Dengan kondisi itu, otomatis nelayan dan petani hanya membeli bahan bakar di SPBU,” katanya. (rlm/fma)

Laporan : Roy L. Mardani

Silakan komentar Anda Disini….