Sebut Ada Sesar Aktif Belum Bernama di Bawah Laut Kepulauan Togean, BMKG Minta Warga Waspada

oleh -

PALU, Kabar Selebes – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu saat ini masih menelusuri sesar aktif yang beberapa hari terakhir menyebabkan gempa di wilayah Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.

Menurut pihak BMKG Geofisika Palu, sesar tersebut berada di dalam lautan, sehingga tidak dapat dipetakan.

Dari data yang ada di BMKG Geofisika Palu, sejak tanggal 9 hingga 13 Oktober 2020, sudah ada 13 kali gempa yang terjadi di wilayah tersebut dengan kekuatan 3 hingga 4 skala richter.

”Sesar lokal disana belum kami petakan karena dia ada di lautan. Jadi belum dapat di petakan atau peta Geologi,” ungkap Hendrik Leolatty, Kepala seksi Data dan Informasi BMKG Geofisika Palu, Selasa 13/10.

Hendri menambahkan bahwa saa ini, pihak BMKG masih menelusuri apakah sesar tersebut ada sangkut paut dengan sesar Balantak yang ada di Kabupaten Banggai, ataukah murni sesar lokal setempat.

Untuk saat ini masyarakat diimbau untuk tidak panik dan cemas, karena kekuatan gempa masih berskala kecil atau di bawah 5 skala richter, serta tidak mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

”Kami masih menelusuri apakah sangkut paut menyebrang dari Balantak, atau murni sesar lokal. Yang jelas masyarakat jangan panik,” jelasnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi mandiri jika sewaktu-waktu merasakan guncangan gempa yang cukup keras dan berdurasi lama. Hal itu untuk mengantisipasi efek domino tsunami, mengingat sesar tersebut berada di dalam lautan.

”Apabila masyarakat merasakan gempa yang kuat, guncangan tidak kuat namun berdurasi lama, segera meninggalkan pesisir dan masuk sejauh mungkin ke daratan atau cari tempat yang tinggi’,” tambahnya. (ran/abd/ptr/slh)

Sumber : SuluhMerdeka.com

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 4.265 times, 1 visits today)