Ini Dua Poin Penting Akte Perdamaian Antara TPM dan Radar Sulteng

Kuasa hukum Radar Sulteng, bersama TPM Sidang dan Hakim Mediator usai mediasi penandatanganan Akte Perdamaian (Van Dading) di Pengailan Negeri (PN) Palu, Rabu (13/10/2020). (Foto: Dok. Radar Sulteng)

PALU, Kabar Selebes – Tim Pembela Muslim (TPM), kuasa hukum Ayah almarhum Qidam Alfariski Mowance bersama Radar Sulteng selaku tergugat II menghadiri sidang dalam agenda menandatangani akte perdamaian (Van Dading) di Pengadilan Negeri (PN) Kelas/IA/Tipikor Palu, Rabu (14/10/2020).

Sidang tersebut dihadiri oleh TPM, Tim Kuasa Hukum Radar Sulteng dan Tim Kuasa Hukum Polda Sulteng. Ada dua poin penting dalam akte perdamaian tersebut yakni :

1. Tergugat II diminta memberikan pemberitaan yang berimbang terkait dengan perkembangan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh penggugat beserta keluarganya dalam rangka mencari keadilan untuk anak penggugat.

2. Dengan dilakukannya pemberitaan sebagaimana dimaksud, maka penggugat melepaskan  tergugat II dari segala tuntutan hukum dalam petitum gugatan perkara perdata No 78/Pdt.G/2020/PN Palu.

Diketahui penggugat TPM bersama Radar Sulteng selaku tergugat berakhir damai setelah melalui proses mediasi sebanyak tiga kali.

Yacobus Manu SH, sebagai hakim mediator mengatakan sesuai Peraturan Mahkamah Agung RI (PERMA) No.1 Tahun 2016 memang diperbolehkan terjadi kesepakatan dengan sebagian pihak saja.

“Proses selanjutnya nanti majelis hakim pemeriksanya akan menentukan apakah akan dibuatkan dulu putusan perdamaian ataukah langsung melanjutkan persidangan tanpa melibatkan tergugat II,” ujarnya.

Yacobus menuturkan, dengan dibuatkanya akte perdamaian maka putusan tersebut hanya berlaku penggugat dan tergugat II. Olehnya penggugat harus mengajukan ulang gugatan baru untuk tergugat I atau Kabid Humas Polda Sulteng. 

“Tapi ini diluar dari kewenangan saya karena nanti majelis hakim pemeriksa yang akan menentukan jadi nanti kita tunggu saja bagaimana pendapat dari majelis hakim pemeriksa,” tandasnya.  (maf/ap/fma)

Laporan : Mohammad. Arief

Silakan komentar Anda Disini….