3 Pendemo Masih Ditahan Kepolisian Pasca Chaos Aksi Tolak Omnibus Law di Palu

Salah satu massa aksi yang diamankan pihak kepolisan dalam aksi tolak UU Cipta Kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (8/10/2020). (Foto: Mohammad Arief/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) masih menahan 3 orang terkait demo menolak UU Omnibus Law cipta yang berujung chaos pada Kamis (8/10/2020) lalu. 1 diantaranya disebut mengaku sebagai oknum dosen.

“Tersisa 3 yang kami tahan. Salah satunya oknum yang mengaku dosen karena menghasut dan  mengancam polisi yang sedang bertugas,” terang Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Didik Supranoto di Mapolda Sulteng, Rabu (14/10/2020).

Dikatakan Didik sebanyak 93 mahasiswa yang sempat diamankan terkait kericuhan dalam aksi penolakan UU Omnibus Law di Palu sudah dibebaskan. Mereka dilepas setelah menjalani pemeriksaan di Mapolda Sulteng sejak satu minggu yang lalu.

Sementara sebanyak 3 orang yang masih ditahan untuk diperiksa lantaran kasus lain yang memberatkan mereka seperti membawa senjata tajam dan merusak kendaraan polisi.

Sedangkan seorang lagi masih ditahan karena pengancaman terhadap polisi.

Kata didik Oknum dosen tersebut sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penghasutan dan pengancaman.

Sebelumnya dia ditahan saat sedang ikut aksi menolak UU Omnibus Law pada 8 Oktober lalu.

Polisi menjadikan siaran langsung facebook yang berisi kata-kata ancaman dan penghasutan dari oknum dosen itu sebagai salah satu bukti.

“Iya kami tetapkan dia (oknum dosen: red) sebagai tersangka. melanggar pasal 160 dan 212 KUHP,” tandasnya. (*/ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….