KPUD Morowali Gelar Sosialisasi Tahapan Kampanye Pilgub, Tetap Mengikuti Protokol Kesehatan

Suasana sosialisasi tahapan Kampanye Pilgub Sulteng oleh KPUD Morowali, Jumat (16/10/2020). (Foto: Ahyar Lani/Kabarselebes.id)

MOROWALI, Kabar Selebes – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Morowali menggelar kegiatan sosialisasi tahapan kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah di Aula KPUD Morowali, Jumat (16/10/2020).

Ketua KPUD Morowali, Ervan mengatakan, bahwa pelaksanaan Pilkada tetap mengikuti ketentuan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Morowali. Bahkan tim kampanye harus melaksanakannya sesuai protokoler kesehatan.

“Slogan jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan, harus benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan kampanye,” jelasnya.

Sementara, salah satu Komisioner KPUD Morowali yang menjadi Narasumber Sosialisasi, Abdul Samad menjelaskan, bahwa kampanye adalah kegiatan untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi dan misi serta program calon gubernur dan wakil gubernur.

“Kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, pemasangan alat peraga kampanye (APK), rapat umum, dan kegiatan lain, dimulai 26 September-5 Desember 2020,” sebutnya.

Dikatakan Samad lagi, untuk kampanye iklan di media massa selama 14 hari yang dimulai pada 22 November-5 Desember 2020. Masa tenang selama tiga hari dan pemungutan suara pada 9 Desember 2020.

“Dilarang mencantumkan foto atau nama Presiden dan Wakil Presiden RI atau pihak lain yang bukan menjadi pengurus partai politik. APK juga dilarang di pasang di tempat ibadah, rumah sakit atau pelayanan kesehatan, gedung pemerintah, dan lembaga pendidikan,” ungkap Samad.

Selain itu APK calon gubernur dan wakil gubernur yang terpasang sudah harus diturunkan tiga hari sebelum hari pemilihan. Pelanggaran atas larangan pemasangan APK dapat dikenakan sanksi.

“Untuk APK yang dipasang di halaman rumah masyarakat, diperbolehkan selama ada izin dari pemilik rumah,” ujarnya.

Sementara itu kata Samad, untuk kampanye tatap muka dan dialog, dapat dilakukan dengan ketentuan dilaksanakan dalam ruangan atau gedung. Jumlah peserta dibatasi sebanyak 50 orang, sudah termasuk tim kampanye.

Panitia kampanye wajib menyediakan sarana sanitasi di tempat kegiatan kampanye, berupa fasilitas cuci tangan dan sabun atau cairan anti septik (handsanitizer).

“Untuk peserta kampanye wajib menggunakan alat pelindung diri berupa masker. Semoga tahapan pelaksanaan kampanye dapat berjalan lancar dan sukses,” harap Samad. (ahl/ap/fma)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini….