Bagikan 950 Picis Masker Untuk Penyintas Donggala, Sulteng Bergerak: Imbauan Saja Tidak Cukup

oleh -
Sulteng bergerak ketika memberikan masker kepada salah satu penyintas di kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (20/10/2020). (Foto: Istimewa)

PALU, Kabar Selebes – Lembaga Swadaya Masyarakat Sulteng Bergerak kembali menyalurkan masker sebanyak 950 Pcs kepada penyintas di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (20/10/2020).

Fredy Onora, Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Sulteng Bergerak menyebut pembagian masker merupakan salah satu upaya membantu penyintas menerapkan tradisi baru dalam rangka pencegahan Covid-19 di Sulteng.

Apalagi kata dia, Penyintas di Kecamatan Banawa nyaris tak mendapat sentuhan dari Pemerintah daerah setempat, terutama dalam hal pencegahan Covid-19.

“Mereka diminta untuk menaati protokol Covid-19, tetapi tak pernah dibantu untuk memperoleh alat pelindung diri,” katanya.

Selain memberikan masker, pihaknya kata dia telah membagikan sejumlah alat pelindung diri kepada penyintas seperti hygene kit, wadah cuci tangan, masker dan handsanitizer kepada penyintas di Kota Palu, Sigi dan Donggala, sejak Covid-19 pertama kali merebak di Sulteng.

Dikatakan Fredy warga selama ini tidak punya akses terhadap kesehatan dan pangan sejak mereka mengalami musibah 28 september 2018 lalu.

Ia pun menyebut imbauan saja tidaklah cukup meminimalisir resiko terpapar Covid-19.

Penyintas kata dia harus diberikan akses terhadap semua kebutuhan berkaitan dengan perlindungan diri termasuk akses terhadap pangan.

“Belum lama ini kami juga memberikan bantuan berupa sembako kepada penyintas di Donggala untuk 573 Kepala Keluarga rentan.” lanjutnya.

Namun demikian kata Fredy, Sulteng Bergerak tentu tidak akan mampu menjangkau semua penyintas yang jumlahnya masih ribuan.

Pihaknya berharap pemerintah daerah turut andil dalam memberikan akses pangan dan kesehatan kepada penyintas secara gratis.

“Penyintas membutuhkan kehadiran pemerintah daerah, sudah cukup mereka tak tertangani dengan baik saat terjadi bencana 28 september 2018.” ucapnya

Demikian pemerintah daerah menurutnya harus lebih sensitif dengan kondisi warganya selama masa pandemi COVID ini.

Terlebih para penyintas belum benar-benar pulih dari keterpurukkan akibat bencana yang terjadi pada 28 september 2018 lalu. (*/ap/fma)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 59 times, 1 visits today)