Dampak Cuaca La Nina Pengaruhi Tangkapan Nelayan di Palu

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng Mohammad Arif Latjuba saat memberikan keterangan terkait La Nina. (Foto : Mohammad Arief/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Cuaca La Nina di tahun ini sangat mempengaruhi tangkapan ikan bagi nelayan di beberapa wilayah pesisir Teluk Palu, tanpa terkecuali nelayan bagian Kampung Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng)

Badarusman (39) kepada media ini mengaku dalam kurun waktu empat hari belakangan ini, para nelayan sangat kesulitan mendapatkan ikan. Sehingga mencari alternatif lain yakni menangkap udang kecil untuk dikeringkan dan kemudian dipasarkan.

“Sudah empat hari ini kami susah dapatkan ikan, mungkin karena dampak dari cuaca La Nina. Tetapi kami lebih sering bilang ini masuk musim angin barat yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan,” kata Badarusman, Rabu (21/10/2020).

Ia juga mengkhawatirkan, jika memasuki Desember nanti, biasanya gelombang obak begitu besar, apalagi jika disertai angin kencang.

Salah seroang warga Kampung Lere, Kecamatan Palu Barat yang tengah mengeringkan udang kecil sebelum di pasarkan. (Foto : Mohammad Arief/KabarSelebes.id)

“Saat ini kami bingung jika masuk bulan Desember nanti, karena tidak ada tambatan atau tempat perahu,” keluhnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng, Mohammad Arif Latjuba menjelaskan, fenomena La Nina tentunya bagi nelayan harus lebih meningkatkan kewaspadaan serta mengantisipasi dampaknya bagi warga yang tinggal di wilayah laut dan pesisir.

Peringatan terjadinya fenomena La Nina yang melanda Sulteng, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng mengaku sudah menyurat kepada seluruh otoritas pelabuhan untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk menyebarkan informasi kondisi cuaca di laut kepada nelayan dan perusahaan pelayaran.

Izin pelayaran menjadi salah satu yang akan dievaluasi berdasarkan kondisi cuaca untuk mencegah kecelakaan laut akibat La Nina.

“Di pelabuhan sudah ada peralatan pemantau cuaca dan gelombang. Kami harap informasi itu disebarkan kepada mereka yang beraktifitas di laut, termasuk nelayan,” kata Arif Ladjuba.

Arif menuturkan, potensi ancaman akibat La Nina juga ada di pesisir Sulteng, terutama kawasan yang mengalami penurunan tanah akibat gempa 2018 lalu, seperti wilayah Sirenja Kabupaten Donggala.

“Diantara itu, juga terdapat daerah yang berpotensi banjir rob dan abrasi karena penurunan tanah seperti pemukiman bantaran sungai Palu Lere, Kampung Baru dan sebagian Jalan Ponegoro,” tambahnya.

Pihak BMKG Stasiun Metereologi Mutiara Palu sendiri memprakirakan La Nina akan membuat peningkatan gelombang di Laut Selat Makassar dan Teluk Tomini rata-rata 1,5 sampai 2 meter.

“Sebagai perangkat Pemerintah Provinsi (Pemprov), kami sudah menghimbau di seluruh wilayah kelauatan Sulteng untuk menyiapkan langkah antisipasi, sehingga meminimalisir dampak yang terjadi dan terhindar adanya korban jiwa akibat dampak La Nina ini,” pungkasnya. (maf/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini….