Untad-Bank Sulteng Jalin Kolaborasi Pulihkan Ekonomi Sektor Perikanan

  • Bagikan
Rektor Universitas Tadulako Prof Dr Ir Mahfudz MP menyerahkan cenderamata kepada Direktur Utama Bank Sulteng RahmatAbdul Haris usai penandatanganan kesepakatan dan kerjasama pelayanan perbankan disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola, di Hotel Best Western, Kamis, 22 Oktober 2020. (Foto Patar)

PALU, Kabar Selebes – Direktur Utama PT. Bank Sulteng Rahmat Abd. Haris , menyampaikan bahwa pada masa Pendemi Covid-19 saat ini terwujud Kolaborasi Kerja Sama antara PT. Bank Sulteng dengan Universitas Tadulako, Kerjasama ini adalah untuk melakukan pelayanan Perbankan kepada seluruh Civitas Universitas Tadulako , dan Kegiatan Seminar ini juga diharapkan dapat mencari kolaborasi baru dan handal untuk meningkatkan program pemulihan ekonomi khususnya dalam perikanan khususnya produksi udang Vaname.

Direktur Utama menyampaikan bahwa PT. Bank Sulteng juga telah mengambil peran dan Pemulihan Ekonomi Nasional dengan peningkatan ketahanan pangan sub sektor perikanan Danrem pertanian , khususnya peningkatan produksi Kacang Tanah ,

Direktur Utama PT. Bank Sulteng menyampaikan bahwa Bank Sulteng adalah milik masyarakat Sulawesi Tengah dan saat ini Perkembangannya sangat pesat , saat ini Laba Bank Sulteng sudah mencapai 120,57% dari target yang ditetapkan dan CAR nya 26% .

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. Longki Djanggola, M,Si. Menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Tadulako dan PT. Bank Sulteng yang turut dirangkaikan dengan seminar bertema “kolaborasi antara universitas tadulako dan PT. Bank sulteng dalam rangka pemulihan ekonomi provinsi sulawesi tengah di masa pandemi covid-19”,

Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemerintah telah menyiapkan aneka stimulan ekonomi untuk membangkitkan dunia usaha tetapi juga diperlukan peranan dari sektor-sektor lain untuk bersinergi, misalnya dari sektor pendidikan tinggi yang saat ini diwakili oleh universitas tadulako , selanjutnya Gubernur menyampaikan bahwa  covid-19 telah menyebabkan krisis ekonomi yang melanda seluruh negara di dunia, termasuk indonesia dan terkhusus bagi daerah kita sulawesi tengah yang sebenarnya baru mulai bangkit setelah dilanda bencana 28 september 2018 turut merasakan pukulan telak dari pandemi terluas dalam sejarah umat manusia.

dari data terakhir misalnya menunjukkan ada sekitar 1521 UMKM di provinsi sulawesi tengah yang terdampak ekonomi selama pandemi dengan terjadinya penurunan produksi dan omset penjualan; berkurangnya penyaluran hasil produksi; berkurangnya pembeli; karyawan yang harus diliburkan untuk menghindari penularan virus dan bahkan kelangkaan bahan baku karena tersendatnya distribusi akibat kebijakan pembatasan mobilitas orang maupun barang di antar wilayah.

dari sisi ketenaga kerjaan tercatat ada 10.370 yang terpaksa dirumahkan oleh pihak perusahaan dan umkm dimana mereka bekerja, bahkan yang lebih miris, sampai harus mengalami pemutusan hubungan kerja, sebanyak 413 orang.

pada sektor lain semisal pariwisata, dari data tingkat hunian di sejumlah hotel berbintang sempat mengalami penurunan hingga 9,49 % dan hotel nonbintang hingga 5,98 % khususnya pada bulan mei 2020. namun angka tersebut perlahan-lahan naik kembali di beberapa bulan selanjutnya seiring pemberlakuan new normal, beroperasinya kembali beberapa maskapai penerbangan mengangkut penumpang dengan tujuan sulawesi tengah dan kebijakan persyaratan masuk wilayah sulawesi tengah dari swab PCR menjadi rapid test.

Lebih jauh Gubernur menyampaikan terdapat beberapa kebijakan/langkah pemerintah provinsi dalam rangka menanggulangi dampak covid-19, diantaranya ialah melalui refocusing dan realokasi anggaran di seluruh opd provinsi terhimpun dana lebih kurang Rp112,81 miliar, dan penggunaan dana CSR  PT Bank Sulteng sebesar 12.  (*/ptr/fma)

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan