Setelah PJR Ditlantas, Kali Ini Penjaga Malam Kantor Dukcapil Sulteng Ditembak OTK

oleh -
Korban penembakan OTK, Syamsudin menjalani perawatan medis di Rs Bhyangkara Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (23/10/2020) dini hari. (Foto: Istimewa)

PALU, Kabar Sele bes – Penjaga malam kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)  Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK), Jumat (23/10/2020) sekitar pukul 00.30 WITA.

Kejadian itu terjadi setelah sehari adanya penembakan yang juga oleh OTK terhadap anggota PJR Ditlantas Polda setempat, bernama Wayan Sudastra di pos Polisi Desa Mensung, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong,  Kamis dini hari (22/10/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, kejadian tersebut menimpa Syamsudin (43 th) warga Jalan Dewi Sartika, Lorong Kenangan, yang kesehariannya sebagai pekerja Honorer bagian penjaga malam di kantor Dukcapil Provinsi Sulteng.

Ia menjadi korban penembakan oleh OTK pada Jumat (23/10/2020) sekitar pukul 00.30 WITA yang diduga tertembak menggunakan senapan angin.

Kapolres Palu,  Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Riza Faizal saat dikonfirmasi media ini via telepon membenarkan insiden penembakan oleh OTK tersebut. “Iya benar ada insiden penembakan OTK terhadap penjaga malam kantor Dukcapil, yang mengakibatkan korban mengalami luka di bagian betis kaki kiri,” ungkapnya.

Riza menjelaskan, berdasarkan keterangan korban diketahui awalnya korban yang saat itu sedang melaksanakan piket di kantor Dukcapil, tiba- tiba melihat seorang pemuda melintas berjalan kaki di depan kantor dan sempat bersembunyi singgah di pohon depan kantor Dukcapil.

Tidak lama kemudian korban mendengar suara ledakan seperti suara senapan angin, dan korban melihat kaki sebelah kiri korban sudah dalam keadaan luka berdarah, sehingga korban meminta tolong kepada rekannya berinisial RR (34 th) untuk mengantar ke Rumah sakit Bhayangkara.

“Atas adanya kejadian itu, rekan korban langsung melaporkan ke pihak Kepolisian. Kemudian piket Intel dan Reskrim mendatangi tempat kejadian perkara(TKP), ” terangnya.

Lanjut Riza, pada saat kejadian di kantor hanya ada korban dan saksi wanita inisial RR. Dari hasil pemeriksaan korban, diperoleh keterangan bahwa tidak mempunyai masalah sebelumnya atau masalah dengan orang lain.

Saat ini korban sudah berada di rumah sakit Bhayangkara guna perwatan medis dan menurut dokter di rumah sakit tersebut, peluru masih berada di dalam betis kaki kiri korban dan untuk mengeluarkannya harus menunggu dokter bedah.

“Kami belum mengetahui motif di balik penembakan ini,yang jelas kami akan melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Sebelumnya, telah terjadi penyerangan oleh OTK kepada anggota PJR Ditlantas Polda atas Brigadir Wayan Sudastra anggota Sat PJR Ditlantas Polda Sulteng yang sedang melaksanakan tugas di Pos PJR Kotaraya Desa Mensung Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (22/10/2020).

Saat itu korban ditemukan rekannnya sudah berdarah dan mengalami luka tembak  di bagian pelipis. (maf/ap/fma)

Laporan : Mohammad. Arief

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 1.049 times, 1 visits today)