Strategi Dinas Pariwisata Sulteng Bangkitkan Ekonomi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Dialog terbuka di Podcast Palu bersama Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Sulteng, Nurhalis M Lauselang dan Ketua PHRI Sulteng, Fery Taula. (Foto: Muhammad Rafik)

PALU, Kabar Selebes – Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat ada beberapa sektor industri pariwisata ikut terdampak akibat Covid-19.

Dari bulan Maret hingga Mei, banyak karyawan yang diistirahatkan sementara karena pendapatan yang menurun drastis. Hal itu ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah memberlakukan pembatasan aktivitas dengan menutup sementara tempat-tempat seperti  hotel, restoran dan kafe.

Akan tetapi pembatasan itu tak berselang lama karena pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan yaitu era new normal atau tatanan kehidupan baru.

Pemberlakuan tatanan kehidupan baru oleh pemerintah membuat sektor pariwisata kembali dibuka seperti biasa, namun tetap menerapkan protokoler kesehatan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Sulteng,  Nurhalis M Lauselang mengatakan, semenjak adanya kebijakan pemerintah pihaknya mengizinkan semua industri pariwisata yang di tutup lalu dan beraktifitas seperti biasanya.

Hal itu bertujuan untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat yang sempat merosot.

“Kebijakan itu diambil karena pemerintah sudah mampu mengukur situasi pencegahan dari wabah Covid-19,” ungkapnya

Sementara, ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Sulteng, Fery Taula mengatakan, tercatat dari bulan Mei hingga September Awal 2020 angka okupansi atau hunian di hotel itu sudah mencapai 40 persen bahkan ada sampai 50 persen.

“Namun awal September tercatat dari pusat data dan informasi Sulteng kasus Covid di Sulteng meningkat,” ungkapnya.

Demikian hal itu kata Feri membuat beberapa kegiatan yang akan diadakan di Palu untuk sementara ditunda dan berdampak pada hunian di hotel saat ini menurun sekitar 30 persen. (rkb/ap/fma)

Laporan: Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini….