Gelar RDP, Pansus Padagimo Bahas Kendala Pengawasan Oleh Dansatgas

oleh -
Suasana RDP Pansus Padagimo bersama stakeholder terkait membahas progres rehab rekon pasca bencana, di ruang rapat utama sekertariat DPRD Sulteng, Kota Palu, Jumat (23/10/2020). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Panitia khusus (Pansus) Padagimo DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) percepatan progres Rehab/rekon pasca bencana bersama stakeholder terkait, Jumat (23/10/2020).

RDP yang dihadiri Kepala Staf (Kasrem) Korem 132/Tadulako, Kolonel Inf. Dwi Suharjo mewakili Komandan Satuan Tugas (Dansatgas), beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Palu, Sigi dan Donggala membahas sejauh mana progres pengawasan yang dilakukan oleh Dansatgas.

Kendala yang dialami personel TNI selama bertugas di Daerah Palu, Sigi dan Donggala yang terdampak bencana menjadi poin penting pada RDP kali ini.

Budi Luhur Larengi, selaku ketua Pansus menyatakan, mengingat tenggat waktu yang tersisa sebagaimana intruksi Presiden, kiranya melalui rapat, personel TNI selaku pengawas memaparkan bantuan yang diberikan selama menjalani tugas.

Ia menyatakan kehadiran personel sangat penting utamanya meninjau dan memberi masukan agar proses rehab rekon segera terselesaikan. Untuk itu, bantuan yang diberikan oleh daerah kepada personel TNI dapat berjalan dengan baik.

“Supaya ini segera selesai, kita tidak ingin ini jangan sampai berlarut-larut sehingga tidak ada kepastian, dan ini juga menganggu tidur kita ketika mereka (Penyintas) masih menjerit dan menuntut bagaimana kami punya hak ini,” ujarnya.

Kasrem, Kolonel Inf Dwi Suharjo pada pemaparannya menyatakan menemukan banyak permasalahan selama progres rehab rekon. Salah satunya yakni progres pembangunan Hunian tetap (Huntap) yang begitu lambat.

Ia menyatakan permasalahan yang muncul begitu beragam, mulai dari aplikator yang lambat, skema pembangunan Huntap yang berubah-rubah, hingga lahan yang dibeli belum juga dibangunkan Huntap.

“Kemudian PLN dan air bersih belum masuk, kemudian drainase belum maksimal sehingga sering terjadi banjir ketika hujan lebat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dikatakan kondisi sarana dan prasarana untuk Huntap masih ada yang belum siap, khususnya di Pombewe, Kabupaten Sigi. Disebutkan juga data yang belum Valid serta kordinasi yang juga tidak jalan.

Melihat beberapa catatan yang dilakukan selama pengawasan, pihaknya menyatakan kehadiran Satgas percepatan begitu membantu selama progres rehab rekon.

Olehnya, kepada setiap pemerintah daerah diharapkan memberi bantuan kepada personel TNI yang bertugas. Apalagi pada kesempatan berdasarkan laporan, personel yang melakukan pengawasan di daerah mengeluhkan sebab dalam beberapa bulan bekerja hanya menggunakan dana mandiri.

Kasrem pun mengingatkan kepada BPBD yang hadir dalam RPD hal yang dilakukan selama kebencanaan bukanlah proyek.

“TNI datang untuk rakyat dan kami siap membantu,” katanya.  (ap)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 32 times, 1 visits today)