Lintas Lembaga Pecinta Alam Parigi Moutong Tanam 33.000 Bibit Mangrove

Salah satu perwakilan lembaga pecinta alam saat melakukan penanaman bibit mangrove yang dipusatkan di pesisir Desa Mertasari. (Foto : Roy Lasakka/KabarSelebes.id)

PARIGI MOUTONG, Kabar Selebes – Lintas lembaga pecinta alam Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) tanam 33.000 bibit mangrove di pesisir pantai Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, Ahad (25/10/2020).

Kegiatan dari program padat karya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL)/Palu Poso Sulteng di Parigi Moutong tersebut dikoordinir langsung oleh Forum Komunikasi Pecinta Alam Pantai Timur (FKPAPT).

Ketua Umum FKPAPT Parigi Moutong, Didit Trianto kepada KabarSelebes.id menjelaskan, program tersebut merupakan hasil kesepakatan antara BPDAS-HL dan lembaga yang dipimpinnya itu.

Berdasarkan keputusan itu, kata dia, FKPAPT kemudian membentuk Kelompok Tani Hutan Mangrove Desa Mertasari yang turut melibatkan masyarakat setempat sebagai anggotanya.

Namun, pelaksanaan program tersebut juga melibatkan beberapa lembaga pecinta alam, yakni LPAP El Capitan Indonesia, KPA Santana, KPA Oi Rimba Raya, LSA Gagantu Wild Indonesia, Saka Wanabhakti, KPA Pangaisasa, KPA Everest, dan sejumlah komunitas pemerhati lingkungan di Parigi Moutong.

“Dalam Program Padat Karya ini Pemerintah Desa (Pemdes) Mertasari sebagai pengawas,” ujarnya.

Dewan Kehormatan FKPAPT Parigi Moutong, Trinugraha Adiyarta, SH, M.Ap mengatakan, pelaksanaan program padat karya ini, juga mendukung program FKPAPT yang menargetkan 1 Juta mangrove di pesisir Teluk Tomini Parigi Moutong.

Pasalnya, sejak 2018 lalu, hingga kini FKPAPT bersama lembaga pecinta alam di Parigi Moutong yang merupakan mitra kerjanya telah giat melakukan aksi penanaman mangrove dibeberapa kecamatan.

Ia berharap, program 1 Juta mangrove yang ditargetkan FKPAPT dari 2019-2025 dapat terlaksana dengan baik dengan adanya program padat karya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Selain itu, lembaga yang dipimpinnya itu, juga berharap agar dalam target tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong.

“Ini bukan hanya tanggung jawab dari lembaga pemerhati lingkungan maupun pemerintah. Tetapi ini menjadi tanggung jawab masyarakat juga untuk menjaga, melestarikan dan merawat. Apalagi penduduk di Parigi Moutong sekitar 70 persen masyarakatnya bermukim di pesisir pantai. Kami ingin mengembalikan kawasan hutan mangrove di Parigi Moutong seperti dahulu di era 1970-1980,” ujar Trinugraha Adiyarta yang akrab disapa Rio, yang juga selaku Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Parigi moutong. (rl/fma)

Laporan : Roy Lasakka

Silakan komentar Anda Disini….