Listrik di Dewua dan Sangginora Pulih Lagi Pasca Longsor, PLN Poso: Bukan Karena Politik

Perbaikan jaringan listrik yang dilakukan kontraktor rekanan PLN disalah satu titik longsor. (Foto : Istimewa)

POSO, Kabar Selebes – Listrik di Desa Dewua dan Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali pulih pasca bencana longsor yang terjadi pada akhir April 2020 lalu.

Akibat bencana itu, 14 titik ruas jalan antara Desa Tangkura dan Sangginora menglami longsor hingga menyebabkan jaringan listrik milik PLN Poso rusak hingga berdampak terhadap pemadaman listrik.

Akibatnya, warga di Desa Dewua dan Sangginora terpaksa mengalami pemadaman listrik sejak akhir April-Oktober 2020.

Manager Unit Layanan Pelangan (ULP) PLN Poso, Jatmika Gandamana kepada KabarSelebes.id, Ahad (25/10/2020) menjelaskan, ada delapan titik jaringan listrik yang harus dibenahi untuk memulihkan kembali aliran listrik di dua desa itu.

Namun, sebelum melakukan perbaikan jaringan listrik pasca bencana longsor, pada Mei 2020 lalu, PLN Poso melayangkan surat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso melalui Dinas PUPR perihal meminta untuk menyurati Pemerintah Provinsi (Pemprov) terkait kewenangan perbaikan jalan yang rusak akibat longsor.

Pasalnya, akibat longsor tersebut rencana perbaikan jaringan listrik belum bisa terealisasi karena harus menunggu perbaikan jalan terlebih dahulu.

“Perbaikan jaringan listrik itu, dikerjakan kontraktor rekanan kami. Namun, kontraktor yang ditunjuk oleh PLN belum mau mengerjakan perbaikan jaringan listrik karena harus menunggu perbaikan jalan dari material longsor terlebih dahulu,” ujarnya.

Lanjut ia menjelaskan, sebelumnya perbaikan jaringan listrik tersebut sudah dicoba oleh pihak kontraktor.

Pada saat mencoba lakukan perbaikan jaringan listrik, kata dia, bencana longsor kembali terjadi yang akhirnya menimbulkan kerugian terhadap pihak kontraktor.

“Tiang untuk jaringan listrik sudah dipasang kembali pada saat itu. Namun longsor terjadi lagi hingga mengakibatkan semua tiang jaringan listrik yang telah terpasang ikut terbawa longsor. Perbaikan jaringan listrik tersebut baru dapat dikerjakan maksimal sekitar tanggal 11 Oktober 2020,” terangnya.

Ia menambahkan, terkait beredarnya isu di media sosial facebook yang menyebutkan pulihnya kembali aliran listrik di Desa Dewua dan Sangginora karena ada keterlibatan unsur politik tersebut dibantahnya.

Bahkan, dengan tegas Jatmika menyatakan, bahwa pulihnya kembali aliran listrik di Desa Dewua dan Sangginora bukan karena siapa-siapa dan tidak ada hubungannya dengan politik, murni hasil pekerjaan PLN.

“Saya sempat membaca status di media sosial yang saling mengklaim antara a, b dan c terkait jaringan listrik yang kembali normal. Sekali lagi, dengan tegas saya sampaikan, tidak ada unsur politik dalam persoalan ini dan sama sekali bukan karena siapa- siapa,” pungkasnya. (rdn/rlm)

Laporan : Ryan Darmawan

Silakan komentar Anda Disini….