Pengembangan Ekspor Perikanan Sulteng Butuh Dukungan Transportasi Udara Khusus

Ratusan ekor ikan Tuna siap ekspor, hasil tangkapan nelayan saat dilakukan pembongkaran di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Kabupaten Donggala. (Foto : doc Tasman Banto for KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Sebagai upaya memajukan perkembangan ekspor perikanan di Sulawesi Tengah (Sulteng) sangat dibutuhkan dukungan dari sejumlah instansi terkait.

Hal itu, dikarenakan produksi perikanan khususnya spesis Yellowfin Tuna begitu besar permintaannya oleh negara Sakura Jepang.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng pada 2019, hasil produksi perikanan tangkap di Sulteng sebesar 196.519,3 ton dan perikanan budidaya 964.509,4 ton.

Potensi itu, juga didukung dengan adanya lima wilayah pengelolaan perikanan atau WPP.

Besarnya potensi tangkapan ikan Tuna tersebut, yang terus bertambah dan merupakan salah satu peluang besar untuk kemajuan ekpspor khususnya di bidang perikanan.

Walau begitu, untuk tujuan ekspor komoditas tersebut menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Arif Ladjuba sejauh ini masih menemui banyak tantangan.

“Salah satu kendala yang saat ini tengah menjadi fokus Pemprov Sulteng untuk mendukung kelancaran ekspor ikan ke luar negeri adalah berupaya meningkatkan status bandara domestik Mutiara Sis Aljufri Palu yang tengah diupayakan oleh pihak terkait,” ujarnya, Senin (26/10/2020).

Peningkatan status Bandara, katanya menjadi salah satu usulan mayor projek Gubernur Sulteng kepada Presiden.

“Ada usulan Gubernur Sulteng dalam rangka tindak lanjut 21 mayor projek ke Presiden, salah satunya minta perubahan bandara domestik kita naik jadi bandara International untuk mendukung ekspor khusus perikanan,” sebutnya.

Lanjut Arif mengatakan, meskipun belum ditunjang dengan bandara Internasional, selama ini pihaknya tetap mengupayakan pengiriman ikan ke luar daerah tetap dilakukan dengan cara Connecting Flight ke bandara Internasional.

Meskipun membutuhkan waktu lebih lama, setidaknya langkah tersebut adalah awal untuk pengembangan potensi laut Sulteng.

Demi mendukung usulan peningkatan status bandara tersebut, kata Arif, dinas yang dipimpinnya bersama pihak terkait lainnya sudah melakukan ekspor perdana ikan hasil laut melalui Bandara Sis Aljufri Palu ke Jepang pada 9 Juni 2020 lalu.

Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng juga pernah memfasilitasi pengiriman ekspor ikan Tuna ke dua melalui PT. Arumia Kharisma Indonesia yang diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia sebanyak setengah ton dengan tujuan negara Sakura Jepang.

Ia menambahkan, Sulteng adalah salah satu provinsi di Indonesia dengan potensi perikanan yang sangat besar dan prospektif untuk dikembangkan.

“Dengan itu, kami berupaya jadi embrio pelaksanaan ekspor komoditas perikanan dari bandara, embrio untuk mendukung usulan peningkatan status bandara demi kemudahan ekspor hasil laut,” pungkasnya. (maf/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini….