Gubernur Longki Ground Breaking Smelter Galena dan Nikel di KEK Palu

  • Bagikan
Suasana ground breaking pembangunan Smelter Galena dan Nikel di Kawasan Ekonomi Khusus Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (28/10/2020).(Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU, Kabar Selebes – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola melakukan Ground Breaking pembangunan Smelter Galena dan Nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Rabu (28/10/2020). Longki pada keterangannya mengapresiasi dan menyambut baik atas terlaksananya Ground Breaking. 

Menurutnya hal ini merupakan aktualisasi hasil penandatangan kerjasama antara PT. Trinitan Metals and Minerals (TMM) dengan PT. Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) tanggal 16 september 2020 dimana dalam poin kerjasama tersebut PT. BPST akan menyediakan lahan seluas 200 ha.

Pabrik Smelter nanti akan beroperasi pada tahun 2021 dengan memanfaatkan teknologi Hidrometalurgi Step Tempratur acid Leach ( STAL). Teknologi itu diklaim ramah lingkungan dan murah dari sisi investasi dibanding teknologi pemurnian Nikel lainnya seperti High Pressure Acid Leach (HPAL) .

Longki pun menyebut KEK Palu dalam hal ini memiliki posisi sangat strategis sebagai pintu utara yang lebih dekat ke negara negara tujuan Eksport, Asia Timur seperti jepang Korsel dan tingkok.  Terlebih KEK Palu telah mendapat pengakuan ditingkat nasional sebagai kawasan Ekonomi Khusus Terbaik di Indonesia.

“Investasi PMA yang masuk ke Sulawesi Tengah Tahun 2019 mencapai 6,7 Triliun rupiah atau 477 Juta USD dan PMDN mencapai 2,3Triliun Rupiah hal ini menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah merupakan Daerah Investasi Terbesar di Wilayah Indonesia bagian Timur dan Daerah terbesar Ke Lima di Indonesia,” terang Longki dalam keterangan tertulisnya.

Sementara, Direktur Utama PT. BPST, H. Mulhanan Tombolotutu, SH. menyampaikan bahwa KEK Palu mengalami perkembangan sangat pesat.

Dikatakan awal tahun 2014 kawasan ini adalah area industri yang dibina langsung kementrian Perindustrian. Kemudian pada Tahun 2017 kawasan ini ditingkatkan menjadi KEK. Selanjutnya pada Tahun 2020 KEK Palu diresmikan Menko Perekonomian.

Pihaknya menyebut ada 38 tenan yang berinvestasi di kawasan. Selain itu, ada 6 Perusahaan Besar menyusul membangun Smelter di Lokasi KEK.

Senada, Direktur PT. TMM, Widodo Sicipto menyampaikan bahwa sejak tahun 2009 dan dalam waktu 10 Tahun perusahaanya berkembang sangat cepat, baik dari sisi fasilitas, sertifikasi dan seles dengan penguasaan teknologi.

Hal itu membuat produk TMM mampu mensupply kebutuhan industri dengan Koor bisnis, Industri otomotip, Industri Kabel, Industri kabel, industri plastik, industri karet dan industri perhiasan.

“Dan saat ini kami berinvestasi di Palu merupakan bagian dari komitmen PT. Trinitan Metals and Minerals, Tbk. untuk ikut berkontribusi untuk membangun bangsa indonesia,” ujarnya.

Demikian, apresiasi pun turut disamapaikan direktur Perencanaan, jasa dan kawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Nur Fuad. Ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada PT. TMM, tbk yang sudah berkomitmen untuk berinvestasi di KEK Palu.

Pihaknya turut mengucapkan terimakasih kepada pemerintah provinsi yang sudah menfasilitasi dan memberikan kemudahan untuk berinvestasi di KEK sehingga Ground Briking Smelter Galena dan Nikel PT TMM dilakukan.

“Sejak berdirinya KEK Sulawesi di Palu dari tahun 2014, sampai dengan saat ini kita sudah melihat perkembangan KEK Palu dan sampai dengan TW II ini Sulawesi Tengah daerah Investasi terbesar ke 3 di Indonesia,” katanya. (*/ap/fma)

Laporan: Adi pranata.

Silakan komentar Anda Disini....
  • Bagikan