Tim SAR Gabungan Berhasil Selamatkan Lima Korban Kecelakaan di Laut Donggala, Diantaranya Bocah 11 Tahun

Kapolsek Balaesang, Ipda Makmur Johan bersama kelima korban yang berhasil diselamatkan usai mengalami kecelakaan di laut. (Foto : Istimewa)

DONGGALA, Kabar Selebes – Tim SAR gabungan TNI-Polri berhasil menyelamatkan lima korban kecelakaan di perairan laut Sapadara, Desa Pomolulu, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Ahad (1/11/2020).

Kelima korban tersebut masing- masing Muh. Safaat (38) selaku Kepala Unit BRI Tambu dan tiga orang stafnya Rendi Stefanus (33), Riswan Kaharudi (27), Aldian (24) bersama seorang bocah berinisial AG (11).

Berdasarkan informasi, perahu yang ditumpangi kelima korban tersebut mengalami kecelakaan akibat dihantam gelombang tinggi yang disertai angin kencang.

Sehingga, perahu yang ditumpangi kelima korban tersebut terbalik.

Beruntung, kelima korban berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan TNI-Polri dibantu warga nelayan setempat.

“Kepolisian Sektor (Polsek) Balaesang bersama TNI yang dibantu nelayan berhasil melakukan upaya penyelematan setelah adanya laporan warga pada Ahad (1/11/2020), sekitar pukul 11.00 Wita,” ungkap Kapolsek Balaesang Inspektur Polisi Dua (Ipda) Makmur Johan kepada KabarSelebes.id, Senin (2/11/2020).

Makmur menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, awalnya keenam korban berangkat dari pantai Dusun Molui, Desa Tambu, Kecamatan Balaesang menuju Pulau Sapiang atau Pulau Sapi yang berada di perairan laut Desa Pomolulu sekitar pukul 08.00 Wita.

Ketika dalam perjalanan kembali ke pantai Dusun Molui sekitar pukul 10.30 Wita, tepatnya di perairan laut Sapadara, perahu yang mereka tumpangi terbalik akibat dihantam ombak yang disertai angin kencang.

“Untungnya mereka berhasil mengapung dan berenang. Sedangkan bocah 11 tahun itu, berhasil mereka selamatkan dan akhirnya ditemukan tim SAR gabungan TNI-Polri bersama nelayan,” terangnya.

Lanjut ia menuturkan, pada saat menerima laporan warga, personel Polsek Balaesang bersama nelayan Dusun Tanah Runtuh langsung berkoordinasi dengan Pos Unit Pantai Barat Dit Polairud Polda Sulteng serta Koramil Balaesang.

Setelah itu, tim SAR gabungan langsung menuju lokasi kejadian menggunakan Kapal KM. Mina Maritim 100 untuk melakukan pertolongan.

“Kelima korban itu, ketika berhasil diselamatkan kami amankan diawalnya ke Pulau Bak, sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah itu, kelima korban langsung dievakuasi menuju Pos Pol Airud Polda Sulteng di Mepaga, Desa Labean,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain melakukan penyelamatan terhadap lima korban tersebut, tim SAR gabungan juga melakukan evakuasi terhadap rombongan mahasiswa yang tengah berlibur di Pulau Sapian.

Kapal yang digunakan rombongan mahasiswa tersebut, kata dia, terpaksa menepi ke Pulau Bak karena cuaca buruk saat hendak balik ke Pelabuhan Mepaga, Kecamatan Balaesang.

“Kapal yang mereka tumpangi diarahkan untuk ikut bersama kapal tim SAR gabungan ke Pelabuhan Mepaga. Masyarakat untuk sementara waktu agar tidak berwisata ke pulau- pulau yang menjadi obyek wisata. Mengingat musim pancaroba ini cuaca di laut tidak menentu dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan,” imbaunya. (maf/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini….