Kaban Kesbang Pol : Cegah Terorisme, Harus Diproteksi Sejak Dini

Ketua FKPT Sulteng, DR. Ir. Nur Sangadji saat membuka kegiatan pencegahan terorisme dikalangan pelajar dan mahasiswa se-Kota Palu, Selasa (3/11/2020). (Foto : Mohammad Arief/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Radikalisme kini menjadi isu yang banyak disoroti sejumlah kalangan belakangan saat ini.

Pasalnya, isu radikalisme mampu mengancam keutuhan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upaya menyadarkan paham radikalisme tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan penyuluhan dikalangan pelajar dan mahasiswa se-Kota Palu yang dilaksanakan di Swiss Bell Hotel, Selasa (3/11/2020).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang Pol) Sultrng, Dr. Fahrudin D. Yambas, mengingatkan kembali tentang semangat empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Empat pilar tersebut terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika yang perlu dipahami pelajar maupun mahasiswa pada umumya para pemuda di Sulteng.

Dalam rangka semakin maraknya pelibatan remaja dalam ideologi radikalisme, kata dia, tentunya perlu diberikan pemahaman materi dan metode deradikalisasi yang relevan serta karakter psikologi para remaja.

Sebab, target  program deradikalisasi selama ini adalam kelompok usia dewasa perlu ditingkatkan.

Menurut Fahrudin, mengapa kalangan muda khususnya para pelajar dan mahasiswa mudah terpapar paham radikalisme.

Pasalnya, kalangan milenial sering membuka hal yang kurang baik melalui medsos dan kemajuan elektronik lainnya, sehingga mudah terprovokasi dengan adanya iming- iming berupa pemahaman ideologi yang bebeda dengan kultur maupun kebiasaan negara Indonesia.

“Perlu diketahui ideologi paling baik se dunia ialah Pancasila karena digali dari nilai luhur negara kita, keberagaman, harmonisasi, intoleransi dan dilandasi agama. Sehingga kita perlu proteksi secara dini adanya pemahaman radikalisme itu sendiri dikalangan pemuda dan remaja,” tandasnya.

Sekertaris Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Dr. H. Muhtadin Dg. Mustafa menyebutkan, dalam konsep Netralitas Radikal tersebut ada tiga hal, yakni diawali paham Fundamental sehingga masuk dalam pemahaman doktrin yang melekat menjadikan para pemuda menjadi militansisme, dan pada akhirnya melakukan tindakan ekstrimisme.

“Ingat, hilangkan klaim kebenaran, karena surga bukan milik pribadi tetapi milik semua umat beragama sesuai amal kebaikannya,” tegasnya.

Selain pelajar sedejarad yang diikut sertakan, dalam kegiatan pencegahan terorisme kali ini, mahasiswa dari dua universitas ternama di Kota Palu, yakni IAIN dan Universitas Alkhairaat turut dilibatkan.

Panitia juga telah mengurangi jumlah peserta yang biasanya mencapai 120, kini hanya menjadi 70 peserta dan dianjurkan memperhatikan protokol kesehatan. (maf/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini….