Paslon Pilkada Poso Hadiri Wisuda, BEM Unsimar: Politik Praktis Jangan Masuk Kampus

Ketua BEM Unsimar Poso, Ray Metusala

POSO, Kabar Selebes – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah mengecam tindakan pimpinan kampus dan tegas menolak politik praktis masuk ke ranah ruang pendidikan.

Hal itu diungkapkan Ray Metusala, ketua BEM Unsimar Poso menanggapi kedatangan salah satu Paslon Bupati dan wakil Bupati Poso di acara wisuda yang digelar Unsimar Poso, Rabu (04/11/2020) yang viral di media sosial dan menjadi perbincangan di masyarakat.

“Kampus adalah tempat mengembangkan ilmu pengetahuan, meningkatkan mutu pendidikan dan mahasiswa, politik praktis jangan masuk kampus,” kata Ray Metusala kepada media ini, Rabu malam.

Kecaman itu disampaikan Ray dikarenakan pimpinan Universitas Sintuwu Maroso Poso mengizinkan salah satu bakal calon hadir di dalam kegiatan Wisuda.

Sementara menurut Ray, Calon Bupati dan Wakil Bupati Poso yang dimaksud sama sekali tidak ada kaitannya dengan citivas kampus Unsimar Poso.

Ia menyatakan aktifitas politik praktis sangat menggangu dan mencederai independensi kampus itu sendiri sebagai lembaga pendidikan. Oleh karena itu tidak boleh ada pihak yang menggunakan kampus untuk kegiatan politik praktis.

“Jika mau berpolitik praktis silahkan di luar kampus, jangan gunakan atas nama kampus untuk kegiatan-kegiatan yang berbau politik praktis,” ucapnya.

Ray menambahkan terkait viralnya masalah tersebut, BEM Unsimar akan berkoordinasi dengan pimpinan Universitas dan meminta klarifikasi di media sosial perihal foto bersama dengan salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Poso.

“Kalau tidak ada klarifikasi yang jelas dari pihak Universitas, Kami dari BEM Unsimar akan menyurat langsung ke pihak Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dan LLDIKTI Wil 9 agar pihak Universitas mendapat teguran karena telah melanggar Pasal 86 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu. Dimana, dalam ketentuan tersebut disebutkan larangan kampanye sejumlah tempat misalnya di tempat pendidikan,” pungkasnya. (rdn/ap/fma)

Laporan : Ryan Darmawan

Silakan komentar Anda Disini....