Tersangka Dugaan Kasus DKP Parigi Moutong Bertambah 3 Orang, Jaksa Tetapkan Seorang Pengurus Koperasi

  • Bagikan
Kepala Kejari Parigi Moutong, Muhammat Fahrorozi saat memberikan keterangan persnya terkait penetapan tersangka baru, Kamis (12/11/2020). (Foto : Roy Lasakka/KabarSelebes.id)

PARIGI MOUTONG, Kabar Selebes – Tersangka dugaan kasus penyimpangan aset di 2012, pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Parigi Moutong yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 2,1 Miliar lebih bertambah menjadi tiga orang.

Kali ini, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong kembali melakukan penetapan seorang tersangka baru berinisial MT yang merupakan pengurus Koperasi Tasibuke Katuvu dalam dugaan kasus, yang sebelumnya telah menyeret mantan kepala DKP berinisial HL dan Wakil Ketua II DPRD berinisial SS pada 23 September 2020 lalu.

Kepala Kejari Parigi Moutong, Muhammat Fahrorozi mengatakan, saat ini penanganan dugaan kasus tersebut sudah memasuki tahap pra penuntutan, dimana penyidik sedang merampungkan berkas perkara tahap pertama atas perkara tersangka berinisial HL dan SS.

Namun, penyidik tidak berhenti untuk melakukan pengembangan perkara yang dibuktikan dengan penetapan seorang tersangka baru berinisial MT yang merupakan pengurus Koperasi Tasibuke Katuvu.

“Penetapan ersangka berinisial MT ini berdasarkan surat penetapan Nomor B-1407/P.2.16/Fd.1/11/2020 tertanggal 10 November 2020. Sehingga total tersangka bertambah menjadi tiga orang,” jelas Muhammat Fahrorozi dalam konfrensi persnya, Kamis (12/11/2020).

Diberitakan sebelumnya, penetapan SS sebagai tersangka, karena yang bersangkutan sebagai pihak lain, yang dipandang layak mempertanggungjawabkan perbuatan pidananya.

SS yang juga sebagai Ketua Koperasi Tasibuke Katuvu itu, namanya ikut terseret dalam dugaan kasus yang mengakibatkan kerugian aset di DKP Parigi Moutong senilai Rp 2,1 Miliar lebih.

Menurut Muhammat Fahrorozi bahwa penanganan perkara yang berlangsung adalah murni dari pengungkapan fakta-fakta hukum tanpa ada atensi atau pesanan dari pihak luar Kejaksaan.

Selain itu, saat ini terdapat klaim kelompok-kelompok tertentu yang merasa turut andil dalam penanganan perkara tersebut.

Sehingga, Muhammat Fahrorozi menegaskan perkara tersebut tidak ada hubungannya dengan konstalasi politik.

Sejauh ini, Kejari Parigi Moutong juga belum menahan HL dan SS, karena penyidik masih perlu melakukan kajian hukum. (ry/fma)

Laporan : Roy Lasakka

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan