Kapolda Sulteng Pastikan DPO Kelompok MIT Poso Masih 13 Orang

  • Bagikan
Polda Sulteng merilis 14 DPO Poso. (Foto:KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Inspektur jendral Polisi (Irjen Pol) Abdul Rakhman Baso memastikan jumlah kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia (MIT) yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) masih berjumlah 13 orang.

Diketahui Sabtu pekan lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror serta personel gabungan lainnya melakukan pengejaran terhadap sejumlah terduga anggota kelompok sipil bersenjata MIT di Kelurahan Mamboro, Kota Palu.

Kapolda menjelaskan pasca kejadian itu, pihaknya belum mengetahui secara pasti tujuan yang melatarbelakangi para terduga yang menjadi DPO turun gunung sampai muncul memasuki kawasan padat penduduk di Ibu Kota Provinsi Sulteng.

Selain itu, pihak Polda Sulteng juga masih belum dapat memastikan adanya kontak senjata yang sempat terjadi saat penggrebekan.

“Sampai hari ini saya belum mendapat laporan dari Dansatgasnya,” katanya kepada sejumlah wartawan, di Halaman Mapolda Baru Jalan. Soekarno Hatta, Kota Palu, Senin (16/11/2020)

Lebih lanjut dijelaskan terkait satu warga kelurahan Mamboro yang diamankan usai penggerebekan, Kapolda memastikan jika warga tersebut hanya dimintai keterangan tentang terduga DPO.

“Itu hanya dimintai keterangan saja, kita hanya memastikan saja apakah itu betul-betul DPO berdasarkan ciri-cirinya,” ujar Rahkman.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, OTK yang dikejar di kelurahan Mamboro tersebut yaitu AZIS alias ARIFIN dan WAHID alias AAN alias BOJES.

Kedua pelaku yang belum berhasil meloloskan diri ketika penggrebekan Sabtu itu, memiliki ciri yang sama terkait insiden penodongan menggunakan senjata pendek oleh OTK ke arah salah satu warga yang melintas di ruas jalan trans Sulawesi, tepatnya di ujung Desa Karumba, Kabupaten Donggala, Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 20.30 WITA.

Berdasarkan sumber, salah satu laki-laki dengan ciri – ciri berambut ikal/bergelombang, memakai kemeja warna abu – abu, bercelana panjang, tinggi melebihi kap Mobil, saat itu menghentikan mobil dari arah depan.

Selanjutnya, satu OTK lainnya dengan ciri – ciri memakai topi, memakai tas slempang, berdiri mendekat ke pintu baris kedua Mobil dan persis disamping penumpang dengan mendekat ke arah supir sambil menodongkan pistol. Saat itu sumber sedang membawa dua penumpang perempuan dan 1 anak kecil.

Setelah mobil berhenti, OTK tersebut langsung meminta tolong untuk dapat menumpang di mobil milik sumber, namun karena sumber merasa ketakutan hingga tidak mau menuruti permintaan OTK.

Tak lama berselang, muncul mobil lainnya dari arah yang sama. Dengan cepat sumber kemudian berinisiatif untuk menahan mobil tersebut dari dalam mobilnya sambil melambaikan tangan sampai akhirnya ke dua OTK tersebut lari ke arah hutan sebelah kiri jalan.

Setelah ke dua OTK tersebut pergi ke arah sisi kiri jalan sumber langsung menancap gas.

Sejalan dengan peristiwa itu, Kapolda menuturkan saat ini pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah deradikalisasi lewat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) secara masif diseluruh kalangan.

“Mudah-mudahan hasil langkah-langkah itu dapat memisahkan masyarakat dari kelompok ini yang kemungkinan visi konsep berpikirnya berbeda,” ungkapnya

Hakikatnya, lanjut Kapolda, masyarakat Poso menghendaki perdamaian serta ketentraman dalam melaksanakan seluruh aktivitas kehidupannya tidak terpengaruh dengan hal-hal yang berkaitan dengan kasus terorisme. (maf/ap)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan