ACT Sulteng Kukuhkan Pengurus MPPI

oleh -
Kepala Cabang ACT Sulteng, Nurmarjani Loulembah saat mengukuhkan pengurus MPPI, Jum'at (20/11/2020). (Foto : doc ACT Sulteng)

SIGI, Kabar Selebes – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengukuhkan pengurus Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI), Jum’at (20/11/2020).

Pengukuhan pengurus MPPI itu berlangsung di lahan pertanian Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

Kepala Cabang ACT Sulteng, Nurmarjani Loulembah mengatakan, pembentukan kepengurusan MPPI ini bertujuan membangun kedaulatan pangan nasional lewat kegiatan pendampingan kepada para petani.

Ia menyebutkan, ratusan petani yang didaulat sebagai pengurus MPPI merupakan petani  di enam desa di Kabupaten Sigi, yaitu Kecamatan Dolo dan Sigi Biromaru.

Khusus Kecamatan Dolo, yakni petani Desa Solowe, Potoya, Karawana, dan Kotapulu.

Sedangkan khusus Kecamatan Sigi Biromaru, yakni Desa Sidera dan Jono Oge.

Enam desa yang dikukuhkan ini merupakan kepengurusan pertama program MPPI Global Wakaf- ACT di Provinsi Sulteng.

“Pengukuhan ini merupakan lanjutan program sumur pertanian dan bibit yang telah diberikan kepada petani di Kabupaten  Sigi,” katanya.

Menurut Nurmarjani, pihaknya akan berupaya agar kepengurusan ini berkembang dan tersebar ke daerah-daerah lain, yang produktif di sektor pertanian, peternakan maupun perikanan.

Olehnya, ia berharap melalui kepengurusan MPPI dapat menggenjot semangat petani agar semakin mandiri, melahirkan wakaf dan wakif untuk petani serta dapat terbentuk di sejumlah daerah yang memiliki potensi pertanian produktif.

“Yang utama ialah masyarakat bisa bangkit seperti sebelum bencana, begitu juga terkait modal tanam, tidak ada petani yang terjerat riba,” harapnya.

Koordinator Program ACT Pusat, Moh Jakfar berharap kehadiran MPPI dapat membangun kedaulatan pangan dan mensejahterakan kehidupan petani setelah sempat terhenti pasca bencana pada 28 September 2018 silam.

Sehingga dapat membangkitkan gairah petani untuk menopang kebutuhan pangan nasional.

“Petani merupakan garda terdepan dalam mengokohkan pangan nasional. Alhamdulillah, lembaga ACT yang selama ini rutin bersama masyarakat Sulteng pasca bencana. Insya Allah keluarga besar ACT yang ada di Sulteng tidak henti-hentinya bersama para petani,” ujarnya.

Dijelaskannya, MPPI ialah kelembagaan yang dibentuk untuk membersamai para petani selaku garda terdepan dalam menopang kebutuhan pangan nasional.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk yang kian meningkat.

Sebab, kesejahteraan sebuah negara, bisa dilihat dari pangan yang dihasilkan oleh para petani.

“Pangan adalah kebutuhan utama, ada air, jagung, padi, bawang, ikan, ayam, dan semua bapak-bapak ibu lakukan untuk bercocok tanam di lahannya masing- masing itu adalah untuk mensuport ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Saat ini kata Jakfar, program yang akan berjalan ialah bantuan bibit dan sumur, karena banyaknya lahan yang masih belum produktif dan membutuhkan suport, sehingga pihaknya baru bisa mengimplementasikan program di enam desa.

“Enam desa untuk bantuan bibit, dan lima desa untuk bantuan sumur. Tentunya, itu juga masih jauh dari harapan dan target para petani begitu juga kami. Semoga kedepannya kami bisa membangkitkan kembali perekonomian di Sulteng,” tandasnya. (maf/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini....