KPU Sulteng Gelar Simulasi Pemungutan Suara Dengan Protokol Kesehatan

oleh -
Petugas KPPS sedang menunjukan surat suara kepada salah satu DPT pada simulasi pemungutan suara KPU Sulteng di Lapangan Vatulemo. kelurahan Tanamodindi, Kota Palu, Sabtu (21/11/2020). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara dalam Pilkada Serentak 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di Lapangan Vatulemo kelurahan Tanamodindi, Kota Palu, Sabtu (21/11/2020).

Setiap pemilih yang akan masuk ke area pencoblosan diharuskan menggunakan masker, mencuci tangan dan diukur suhu badannya. Selanjutnya, saat menunggu giliran mencoblos di bilik suara, pemilih duduk dengan menjaga jarak sambil mengenakan kaus tangan yang disediakan panitia pemilihan.

Begitu juga dengan ruangan TPS setiap satu jam sekali disemprot menggunakan cairan disinfektan untuk menghindari Covid-19.

Divisi Teknis KPU Sulteng, Iskandar Lembah menuturkan, simulasi akan dilaksanakan sebanyak 3 kali. Dia bilang simulasi pertama yang dipusatkan di Kelurahan tanamodindi kali ini diikuti oleh Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 377.

“Rencananya untuk di kota Palu akan kami laksanakan per kelurahan,” katanya. 

Sesuai Peraturan KPU (PKPU), dia bilang bilik suara mulai dibuka jam 7 Pagi. Berbeda dari sebelumnya, pemilihan akan dilaksanakan secara bergelombang. Dalam waktu satu jam hanya ada 75 orang yang melakukan pemilihan. “Tapi kita menyesuaikan dengan melihat kondisi di lapangan, apakah 1 jam setengah, setelah itu baru dilakukan lagi penyemprotan disinfektan secara berkala,” terangnya. 

Lebih lanjut kata dia, merujuk pada draft PKPU tentu pemilihan nantinya akan berbeda dari tahun sebelumnya. Mulai dari waktu hingga merujuk pada penerapan Protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19.

Sementara, simulasi yang sudah berlangsung menurutnya terkendala pada proses yang agak lambat, karena dibatasi dengan jaga jarak, kemudian pemilih harus mengenakan sarung tangan, dan lainnya.

Meski begitu, melalui simulasi pihaknya akan terus melakukan evaluasi untuk menyempurnakan apa saja yang menjadi kendala pada saat prosesi pemilihan.

“Namanya ini simulasi, tentu ada evaluasinya. Nah evaluasinya nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan,” katanya. (ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....