Giat Berlatih Walau Pandemi, Atlet Karate Sulteng Siap Dulang Medali di PON 2021

oleh -
Atlet karate Sulawesi Tengah saat berlatih di Lapangan Vatulemo Kota Palu, Sabtu (21/11/2020).(Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Musim pagebluk tak menyurutkan semangat atlet karate Sulawesi Tengah untuk giat berlatih. Terlebih tahun depan, 6 atlet kebanggaan Sulteng akan terbang ke Papua untuk berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

6 Atlet karate yang mewakili Sulteng pada PON nanti yakni 2 orang putra pada kategori Kumite kelas +85 Kg dan -84 Kg, 3 orang putri kategori kumite kelas +68 Kg,-60 Kg dan-55 Kg, serta 1 Putri untuk kelas Kata.

Atlet tersebut masing-masing bernama Yuningsih Christiana Masoara (Kata), Fania Dwi Maharani Botingin (Kumite -55 Kg), YM. Qasim (kumite -84 Kg), Moh. Fauzan Hasibuan (Kumite+84 Kg), Nikita Syahrin (Kumite +68) dan Tri Fachrianti (Kumite -61 Kg)

Salah satu pelatih karate Sulteng, Ateng Wahyudi saat ditemui KabarSelebes.ID belum lama ini menuturkan, semenjak Covid-19 mewabah, pihaknya tidak pernah menghentikan latihan rutin.

Dia bilang sejak awal Desember tahun 2019, latihan tetap dilakukan full 4 kali dalam satu minggu. “Dalam satu minggu 4 kali latihan, Senin sampai Rabu itu In door (Latihan teknik), hari Kamis pagi kami di GYM, dan sabtu pagi Outdoor, selain untuk refreshing dan maintenance staminanya (Atlet),” ujarnya.

Meski begitu, dia bilang waktu latihan semenjak covid-19 butuh penyesuaian. Latihan yang biasa dilaksanakan dua kali dalam sehari kini hanya dilakukan sebanyak satu kali.

Penyesuain kata Ateng juga dibutuhkan sebab anggaran selama latihan porsinya berkurang semenjak Covid-19. Banyak anggaran dari pemerintah telah dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Hal itu menurutnya tak dinafikan sangat memberatkan pihaknya untuk memenuhi kebutuhan Vitamin para Atlet sebagai salah satu suplemen penting di tengah Pandemi.

Dijelaskan sebelumnya latihan para Atlet sangat memakan biaya karena dilakukan secara terpusat (Sekte). Akan tetapi sekarang latihan di musim Covid-19 hanya dilakukan secara berjalan. “Melihat situasi dan keadaan sekarang kami lebih realistis, makanya kami merubah pola latihan berjalan, jadi anak-anak dari rumah terus datang ke tempat latihan,” katanya.

Dengan berbagai penyesuaian lanjut Ateng, pihaknya tetap optimis untuk bisa memboyong medali pada PON 2021 di Papua nanti.

Ia menargetkan raihan medali minimal harus sama pada pra-PON sebelumnya yang berhasil meraih 1 perak dan 2 perunggu.  “Tapi kami berusaha melebihi target dari itu, kami berusaha supaya atlet ini salah satunya atau lebih dari satu, bisa menyumbangkan medali yang lebih dari Pon yang lalu,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Fania Dwi Maharani Botingin atlet karate putri kategori Kumite -55 Kg menuturkan, semenjak pandemi Covid-19 latihan masih terus dilakukan dan hanya butuh penyesuaian dengan program dari pelatih. “Kalau dulu kita bebas latihan di Outdoor sekarang tidak terlalu. Sekarang lebih banyak ke in door,” ujarnya.

Bersama atlet lainnya, Fania kini tetap menjaga stamina lewat olahraga secara rutin dengan protokol kesehatan Covid-19 dan tetap mengkonsumsi vitamin.

Bagi Fania, support dan perhatian dari pemerintah sangat penting untuk menjadi semangat atlet. Ia berharap tak hanya Atlet Karate, Atlet lainnya harus turut serta diberi perhatian lebih agar dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional bahkan Internasional melalui olahraga.

Demikian, ia bersama atlet lainnya tetap optimis dan menargetkan harus meraih medali pada PON tahun 2021 nanti “InsyaAllah amin, doakan,” tuturnya. (ap)

Laporan: Adi Pranata

“Tulisan ini merupakan bagian dari program Fellowship antara dewan pers bersama satgas Covid-19,”

Silakan komentar Anda Disini....