Kapolsek Sirenja Ini Sulap Pekarangan Kantornya Jadi Kebun Tanaman Herbal

oleh -
Kapolsek Sirenja, Ipda Hendra bersama ibu Bhayangkari saat melakukan penanaman tanaman herbal dan tumbuhan lainnya, Senin (23/11/2020). (Foto : Istimewa)

DONGGALA, Kabar Selebes – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sirenja, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Hendra, SH menyulap pekarangan kantornya menjadi kebun tanaman herbal atau yang biasa disebut Apotik Hidup.

Selain melibatkan seluruh personelnya dalam melakukan penanaman tanaman herbal, Ipda Hendra juga melibat para ibu Bhayangkari Polsek Sirenja yang merupakan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Karena melihat pekarangan di halaman kantor kosong dan dapat dimanfaatkan, saya berinisiatif untuk menanam tanaman herbal. Saya pun langsung menyampaikan inisiatif itu kepada seluruh personel Polsek Sirenja bersama Bhanyangkari untuk segera melakukan penanaman tanaman herbal sebagai bentuk pelaksanaan program Apotik Hidup,” ungkap Hendra kepada KabarSelebes.id, Senin (23/11/2020).

Ia menyebutkan, tanaman herbal yang ditanam, yakni kunyit, jahe, kencur, serei, dan lengkuas.

Tidak hanya itu, dirinya bersama seluruh personel dan para ibu Bhayangkari juga menanam tomat, daun bawang, kelor, kangkung, pepaya, dan daun sup.

“Tujuannya agar dapat dimanfaatkan, minimal bagi para personel Polsek Sirenja,” katanya.

Selain itu, kata Hendra, pihaknya juga melakukan pelepasan bibit ikan nila sebanyak 50 ekor di kolam Bhayangkari Polsek Sirenja.

Menurutnya, hal tersebut, juga sebagai gerakan dalam mendukung imbauan pemerintah untuk memanfaatakan pekarangan atau bekas perkebunan yang tersedia.

Ia berencana, jika tanaman yang ditanam tersebut hasilnya baik dan berkualitas, pihaknya akan membagi pengetahuan tambahan kepada warga setempat mengenai cara memanfaatkan, membudidayakan, serta mengemas obat herbal yang bisa laku di pasaran.

Tidak hanya itu, dirinya juga berencana untuk memberikan pelatihan mengenai cara pemasaran obat-obatan herbal kepada masyarakat.

Sehingga masyarakat dapat mengetahui cara memanfaatkan, membudidayakan, mengemas, serta memasarkan hasil olahan obat-obatan herbal yang dihasilkan.

Ia menambahkan, target dari pelaksanaan program Apotik Hidup tersebut agar masyarakat dapat memanfaatkan tanaman herbal di pedesaan sebagai bahan baku obat-obatan herbal yang dapat digunakan sebagai cara alternatife untuk menanggulangi obat kimia yang relatife mahal.

Dengan begitu, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan budidaya tanaman herbal yang dapat didistribusikan ke pasar, rumah sakit, industri obat, dan lain sebagainya.

“Semoga kedepannya budidaya tanaman obat tradisional dan Apotik Hidup ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai sarana untuk menyediakan obat herbal bagi warga pada umunya,” pungkasnya. (maf/rlm)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 62 times, 1 visits today)