Bawaslu Catat 68 Kasus Pelanggaran Netralitas ASN di Pilkada Sulteng 2020

oleh -
Ketua Bawaslu Sulteng, Jamrin

PALU, Kabar Selebes – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tengah mencatat 68 kasus terkait netralitas Aparatur Sipil negara (ASN) jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah di wilayah setempat tahun 2020.

Ketua Bawaslu Sulteng, Jamrin menyebutkan, dalam tahapan Kampanye yang berlangsung sejak 26 Oktober 2020, dari total 68 kasus itu tercatat 24 kasus yang telah tindaklanjuti, sedangkan 44 kasus lainnya belum ditindaklanjuti.

“Berdasarkan data Bawaslu Sulteng 68 kasus tersebut penyebarannya terdiri dari ASN di hampir semua daerah dan yang paling banyak terdapat di kabupaten Banggai sebanyak 19 aparatur kepala Desa yang terlibat, ” katanya, Rabu (25/11/2020).

Ia mengungkapkan dari beberapa kasus yang ditangani, sudah ada yang divonis dan berkekuatan hukum.

Bahkan kata dia, sementara ini terdapat yang mengajukan banding yakni salah satu kepala desa di Kabupaten Morowali Utara dan adapula yang tengah menjalani sidang di wilayah Kabupaten Sigi.

Dijelaskannya bahwa rata-rata tren pelanggaran netralitas ASN yakni mendukung salah satu bakal calon dan memberikan dukungan melalui media sosial serta ikut memasang alat peraga kampanye paslon.

“Pihak Bawaslu juga berharap agar kasus yang telah direkomendasikan ke Kepala ASN ini untuk segera ditindaklanjuti, sehingga ASN yang terlibat diberikan sanksi agar mendapatkan efek jera, ” ujarnya.

Sementara terkait dengan pemilihan pada 9 Desember nanti, pihak Bawaslu juga sudah mempersiapkan sejumlah perangkat pengawas.

Pengawas itu antara lain ada pada tingkat Kecamatan berjumlah 525  perangkat pengawas,  ditingkat Kelurahan sebanyak 2.000 lebih, sedangkat tingkat pengawas TPS 6.000 lebih.

“Mereka ditugaskan untuk mengawas dan mengawal jumlah pemilih di Sulteng kurang lebih 2.222.100 sekian orang, ” kata Jamrin. (maf/ap/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 48 times, 1 visits today)