Dituding Culik Seorang Bocah, Dua Pria Asal Tanjung Padang Nyaris Dihakimi Massa

oleh -
Tampak salah seorang personel Polres Palu tengah meredam emosi sejumlah warga Desa Wombo yang memaksa masuk ke Polsek Palu Timur. (Foto : Istimewa)

PALU, Kabar Selebes – Dua orang pria yang diketahui bernama Muksin (56) dan Hidayatulah (17) nyaris dihakimi massa yang membawa senjata tajam karena dituding melakukan penculikan seorang bocah di Desa Wombo, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (25/11/2020).

Informasi yang dihimpun media ini, Muksin dan Hidayatulah merupakan warga asal Desa Tanjung Padang, Kabupaten Donggala.

Awalnya, Muksin yang mengemudikan mobil jenis Toyota Rush bernomor polisi DN 1449 BD, yang ditumpangi Hidayatulah dikejar 10 orang warga menggunakan sepeda motor.

Ketika berada tepat di depan Rumah Sakit Undata Palu, mobil yang dikendarai Muksin dan ditumpangi Hidayatulah, yang melaju dari arah utara Kota Palu itu, langsung menyalip dengan niat memberhentikan mobil patroli milik Kepolisian Sektor (Polsek) Palu Timur untuk menyelamatkan diri dari kejaran massa sekitar pukul 12.30 WITA.

“Iya, benar. Ada warga yang mengejar sebuah mobil, yang kemudian memberhentikan mobil patroli. Mobil itu sudah diamankan personel kami,” terang Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Palu Timur, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Umar kepada KabarSelebes.id.

Ia menuturkan, pada saat itu, personel Polsek Palu Timur sedang melakukan patroli.

Tiba-tiba, mobil Toyota Rush berwarna silver langsung menyalip dan berusaha memberhentikan mobil patroli dengan maksud meminta tolong agar dilindungi dari kejaran warga yang menggunakan sepeda motor tersebut.

Sehingga, personel yang tengah melakukan patroli itu, langsung melakukan upaya mengamankan mobil Toyota Rush yang dikendarai Muksin.

Ia juga membenarkan, bahwa mobil Toyota Rush tersebut sedang dikejar oleh 10 orang warga.

“Dari 10 orang warga itu, bahkan mengatakan kalau mobil tersebut habis menculik seorang anak di Desa Wombo. Mendengar penyampaian itu, makanya personel mempersilahkan ke 10 orang warga tersebut untuk menjelaskan kronologi yang sebenarnya,” beber Umar.

Lanjut ia menjelaskan, sekitar pukul 13.00 WITA, datanglah sekitar 150 orang warga ke Polsek Palu Timur yang berusaha memaksa masuk dengan tujuan menghakimi pengemudi mobil tersebut.

Sehingga anggota kami mengambil tindakan untuk membubarkan massa dengan cara melepaskan beberapa kali tembakan peringatan.

“Tujuannya untuk menghalau massa yang saat itu, hampir semuanya membawa senjata tajam jenis parang,” ujarnya.

Setelah itu, kata dia, pihaknya memberikan kesempatan perwakilan masyarakat Desa Wombo untuk masuk dan melakukan mediasi.

Dalam mediasi itu, turut hadir Kepala Unit (Kanit) Krimum Kepolisian Resor (Polres) Palu, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Deva dan Bhabin Kamtibmas Desa Wombo, Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Ivan Rappi.

“Dari hasil introgasi terhadap Muksin, bahwa mereka tidak melakukan penculikan anak seperti yang disangkakan oleh masyarakat Desa Wombo. Ternyata anak yang dilaporkan oleh warga Desa Wombo telah di culik ditemukan dalam keadaan baik dan sehat,” pungkasnya.

Saat ini Muksin dan Hidayatulah telah diamankan dan diserahkan ke pihak Polres Palu untuk pemeriksaan lebih lanjut. (maf/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 147 times, 1 visits today)