‘La Bolong’ Buaya Ukuran 4 Meter di Sojol Berhasil Dievakuasi BKSDA Sulteng

oleh -
Buaya seberat 800 Kg dimuat menggunakan mobil pick up ketika melintas di Posko Covid-19 Kelurahaan Tawaeli, Kota Palu, Selasa malam (24/11/2020). (Foto: Istimewa)

PALU, Kabar Selebes – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah berhasil mengevakuasi seekor buaya besar di daerah Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala. Buaya dengan ukuran 4 Meter yang dijuluki oleh masyarakat sekitar dengan sebutan ‘La Bolong’ ini berhasil ditangkap antara perbatasan antara wilayah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Toli toli.

Kepala Konservasi Wilayah l Pangi BKSDA Sulteng, Haruna mengatakan, pihaknya sudah lama memburu buaya berukuran besar ini.

Evakuasi kata dia dilakukan karena buaya itu sudah banyak merugikan warga sebab sering memangsa hewan ternak seperti sapi dan unggas (Angsa dan Ayam) milik masyarakat sekitar.

“Buaya ini berukuran 4 meter, 25 centi dengan lebar punggung 95 Cm, berjenis kelamin jantan dengan berat berkisar 800 Kg ,” jelasnya, Rabu (25/11/2020).

Tak hanya hewan ternak, buaya ganas ini juga sudah banyak memakan korban yang mengakibatkan warga mengalami cacat bahkan meninggal dunia (MD).

Haruna mengungkapkan penangkapan terhadap buaya di wilayah Ogoamas, desa Lenja itu berawal dari laporan warga sekitar dan adanya surat masuk dari desa ke pihak Pol Airud Polda Sulteng.

Laporan itu yakni terkait insiden buaya yang menyerang nelayan asal Kabupaten Buol hingga meninggal dunia ketika sedang memancing di perairan sekitar daerah Sojol, Senin (23/11/2020).

Selanjutnya, buaya tersebut diketahui mendekat kepada salah satu warga yang tengah memancing. Warga tersebut kemudian menghubungi Satgas Penanganan Komplit Satwa Liar BKSDA Sulteng untuk terjun ke lokasi dan berkordinasi dengan aparat sekitar untuk melakukan evakuasi.

Petugas BKSDA Sulteng melakukan evakuasi seekor buaya di Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah,Selasa(24/11/2020). (Foto: BKSDA Sulteng)

“Buaya ini berhasil dievakuasi dan ditangkap pihak BKSDA bersama warga dan aparat setempat, selanjutnya dibawa menggunakan mobil pick up warga sekitar  pukul 16.00 WITA dan tiba di Palu pukul 00.00 WITA,” ungkapnya.

Kata Haruna, karena kondisi penangkaran milik BKSDA Sulteng sudah penuh dan masing-masing sudah terisi dua hingga tiga ekor buaya, sehingga untuk sementara buaya itu dievakuasi di lokasi penangkaran milik warga bernama Sugeng, di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi dengan status hewan Satwa titipan.

“Ini akan menjadi perhatian BKSDA Sulteng dan sangat berterima kasih ke pemerintah setempat serta warga sekitar yang sudah mau membantu proses evakuasi penangkapan buaya ini agar tidak meresahkan masyarakat di daerah tempat awal dia beradaptasi,” ujar Haruna.

Demikian pihaknya berharap, upaya evakuasi dan sarana lokasi penangkaran untuk buaya tersebut dapat berkembangbiak sementara waktu sembari menunggu keluarnya rekomendasi izin dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait dengan Indukan yang ada di penangkaran milik Sugeng.

Haruna menambahkan satwa seperti ini dapat dipelihara warga lewat model penangkaran dan dapat diperjualbelikan dengan cara berkordinasi dengan BKSDA.

Meski begitu hasil penangkapan seperti yang dilakukan oleh pihak BKSDA dan warga tidak boleh diperjualbelikan, tetapi hanya boleh sebagai indukan bagi warga yang memiliki penangkaran atau usaha satwa liar budidaya buaya muara. (maf/ap/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini....