Pembunuhan 4 Warga Sigi, Komnas HAM: Seluruh Masyarakat Sulteng Jangan Terprovokasi

oleh -
Ketua Komnas-HAM RI Perwakilan Sulteng, Dedy Askary

PALU, Kabar Selebes – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) mengimbau sekaligus menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi atas tindakan biadab yang menimpa empat warga di Trans Levonu Dusun 5  Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi pada Jum’at (27/11/2020) pagi.

Menurut Ketua Komnas-HAM RI perwakilan Sulteng, Dedy Askary, peristiwa pembunuhan dibarengi dengan pembakaran rumah penduduk di Trans Levonu, Dusun 5 Tokelemo, Desa Lembantongoa sungguh perbuatan yang memprihatinkan dan sangat mengusik rasa kemanusiaan.

Bahkan, tindakan tersebut, menurutnya sebagai perbuatan yang juga memprihatikan maupun mengusik rasa kemanusiaan semua manusia di muka bumi.

“Perbuatan atau tindakan tersebut sungguh sangat jauh dari ajaran agama. Apapun yang ada di muka bumi, tidak terkecuali agama Islam itu sendiri, apalagi dilihat dari aspek ajaran yang terkandung dalam Islam, dimana diturunkan sesungguhnya rahmat bagi seluruh sekalian alam,” ujar Dedy kepada KabarSelebes.id via WhatsApp, Sabtu (28/11/2020).

Komnas HAM-RI perwakilan Sulteng, kata dia, menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas peristiwa yanh terjadi di Dusun 5, Desa Lembantongoa itu.

Apalagi serangkaian tindak kekerasan dan/atau pembunuhan dibarengi dengan pembakaran rumah warga tersebut dilakukan pada saat seluruh umat manusia dibelahan bumi ini sedang menghadapi situasi yang tidak kalah memprihatinkan, yakni situasi pandemi Covid-19.

Olehnya, Komnas HAM-RI perwakilan Sulteng menyampaikan beberapa hal yaitu, mengutuk keras pelaku pembunuhan dibarengi pembakaran rumah warga di Trans Levonu Dusun 5 Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi itu.

Masyarakat Sulteng agar jangan terprovokasi atas tindakan biadab yang sama sekali tidak mencerminkan suatu ajaran agama apapun serta sangat jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Bahkan terhadap apa yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga kuat adalah kelompok MIT sesungguhnya telah merendahkan martabat kemanusiaan itu sendiri.

Ia pun meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan Satuan Tugas (Satgas) Tinombala untuk segera mengambil langkah dan tindakan yang dipandang penting serta strategis terkait upaya pengungkapan, pengejaran dan/atau perburuan para pelaku secara serius, tanpa kenal lelah, dengan senantiasa tetap memperhatikan standar operasional prosedur maupun sikap dan tindakan yang profesional.

“Khususnya aparat yang tergabung dalam Satgas Tinombala, patut di ingat, negara tidak boleh kalah oleh tindakan kejahatan dalam bentuk apapun, tidak terkecuali bagi pelaku teror yang tergabung dalam MIT. Tidak ada ruang dan tempat bagi pelaku teror di negeri ini, ” tegasnya. (maf/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 72 times, 2 visits today)