Oktober 2020, Ekspor dan Impor di Sulteng Sama-Sama Jeblok

oleh -
llustrasi: Aktivitas ekspor-impor di pelabuhan Pantoloan (Foto:Abdee/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat nilai ekspor selama bulan Oktober 2020 sejumlah US$ 652,13 juta. Nilai itu mengalami penurunan sebanyak 7,19% atau US$ 50,53 juta dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Sulteng, Sutrisno menerangkan, nilai ekspor pada bulan Oktober 2020 diperoleh lewat sektor migas senilai US$ 49,48 Juta, Industri pengolahan US$ 598,81 juta dan sektor pertanian sebesar US$ 5,84 juta.

“Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 646,56 juta dan provinsi lain senilai US$ 5,57 juta,” kata dia memberi keterangan resmi, Selasa (1/12/2020) .

Diterangkan penurunan sendiri diakibatkan oleh penyusutan ekspor komoditas migas sebsar 5,71% dibandingkan bulan sebelumnya. Demikian juga dengan Industri pengolahan yang turun sebesar 7,85%.

Meski industri pertanian menyumbang nilai ekspor relatif lebih sedikit, Sutrisno bilang angka itu mengalami peningkatan mencapai 131,95% jika dibandingkan bulan sebelumnya.

“Tidak seperti di dua sektor sebelumnya, jadi di pertanian mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding bulan September 2020,” terangnya.

Dengan begitu, sektor non migas menyumbang sebesar 92,41% dari total Ekspor di bulan Oktober.

Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor paling utama selama Oktober 2020 yakni mencapai US$ 371,60 juta atau 56,98% dari total nilai ekspor Sulteng, diikuti Taiwan senilai US$ 161,24 juta (24,73 persen), dan Korea Selatan senilai US$ 41,38 juta (6,35 persen).

Jika dikalkulasikan dari Januari-Oktober 2020, total nilai ekspor Sulteng sudah mencapai US$ 5.956,35 juta.

“Jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu (Januari-September 2019), nilai ekspor kita ini mengalami peningkatan sebesar 21,36 persen dari US$ 4.907,85 juta,” kata dia.

Turun Drastis, Impor Anjlok Hingga 54%

Sementara, BPS mencatat total nilai impor selama Oktober 2020 sejumlah US$ 135,41 juta. Angka itu turun sebesar US$ 164,82 juta atau 54,90 % dibandingkan bulan sebelumnya.

“Angka ini cukup signifikan menurun sebesar 54,90 persen dibanding bulan September 2020, karena pada September total nilai impor kita mencapai US$ 300,23 juta,” kata dia.

Angka itu juga mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan pada bulan yang sama di tahun 2019 dengan nilai impor sebesar US$ 293,50 juta atau menurun sebesar 53,89%.

Selama Januari-Oktober 2020, total nilai impor di Sulteng sudah mencapai US$ 1.685,69 juta. Angka itu juga mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019. “Turun sebesar 33,69% karena nilai impor pada Januari-Oktober 2019 itu mencapai US$ 2.542,08 juta,” kata dia.

Impor di Sulteng pada Oktober didominasi oleh kelompok komoditas mesin-mesin pesawat mekanik senilai US$ 39,75 juta (29,36 persen) dan bijih, kerak dan abu logam senilai US$ 32,36 juta (23,90 persen).

Adapun impor di Sulteng selama Oktober 2020 didominasi dari Tiongkok yaitu senilai US$ 78,06 juta atau 57,65 persen dari total nilai impor. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....