Pemprov Sulteng Gelar Festival Kopi Tunjang Kualitas Pelaku Industri Lokal

oleh -
Kepala Disperindag Sulteng, Richard Arnaldo Djanggola. (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) ikut memeriahkan hari Kopi Internasional atau World Coffee day tahun 2020. Peringatan diwujudkan lewat Festival kopi yang digelar oleh Pemerintah setempat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), di Atrium Palu Grand Mall mulai tanggal 11-13 Desember.

Festival itu digelar sebagai sarana menunjang aktifnya kembali geliat pelaku Industri kopi lokal yang turut terkena dampak dari adanya Covid-19. Mulai dari adanya krisis harga pokok internasional, serta terbatasnya berbagai aktivitas ekspor dan impor.

“Atas hal tersebut maka menunjang itu dibutuhkan peningkatan konsumsi secara domestik menjadi salah satu solusi terbaik untuk menyerap produksi dalam negeri dan memberikan harga yang kompetitif bagi petani,” kata kepala Disperindag Sulteng, Richard Arnaldo Djanggola saat menghadiri pembukaan Festival kopi, Jumat (11/12/2020).

Festival kopi di tengah Pandemi diharapkan menjadi salah satu cara mempromosikan dan memperkenalkan beraneka jenis rasa kopi yang ada di Sulteng.

Selain itu Richard juga mengharapkan Festival dapat meningkatkan konsumsi dan menumbuh kembangkan industri kopi.

Yang paling penting menurut dia mampu mendorong petani untuk membudidayakan kopi agar dapat menghasilkan biji kopi yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan pendapatan, serta dapat bersaing secara nasional.

Senada dengan itu, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menyatakan Festival Kopi menjadi sarana strategis Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memasarkan produknya ke masyarakat.

Dia juga mengharapkan kegiatan ini mampu mendorong ekonomi, khususnya di sektor IKM Kopi yang turut terdampak Pandemi Covid-19.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola saat mengunjungi salah satu stand IKM Kopi pada festival Kopi di Atrium Palu Grand Mall, Sulawesi Tengah, Jumat (11/12/2020). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

“Saya mengimbau kepada pelaku IKM Kopi, agar menggunakan produk-produk lokal karena Sulawesi Tengah memiliki biji kopi sendiri dengan varian aneka biji kopi dari berbagai daerah yang mempunyai komoditas tidak kalah bagus dari daerah lain,” ujarnya saat membuka langsung Festival.

Diketahui semarak peringatan hari Kopi di Indonesia dimulai sejak presiden RI, Jokowidodo turut memperingatinya di Istana Kepresidenan Bogor pada 1 Oktober tahun 2017. Pada tahun yang sama festival Kopi dipusatkan di kota Lampung. 

Selanjutnya tahun 2018 peringatan tahunan itu dilaksanakan di Kota Makassar, kemudian tahun 2019 di Kota Jambi.  “Dan di tahun 2020 yang seharusnya menjadi tuan rumah adalah kota Bengkulu, namun ditunda kegiatannya sebab pandemi Covid-19,” kata Richard.

Beberapa pelaku usaha kedai, Warung Kopi, Café dari wilayah Palu, Sigi Donggala, dan Toli-toli turut sebagai peserta pada festival itu. Richard bilang kegiatan juga dirangkaikan dengan Ngobrol Kopi sebagai salah satu media mengenalkan manfaat kopi. 

Sebab diadakan di tengah Pandemi Covid-19, maka pelaksanaannya tetap dilaksanakan dengan memperhatikan Protokol kesehatan. “Dimulai dari menggunakan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak. Dan yang pastinya kami diawasi dan dipantau langsung dari satgas Covid pada pelaksanaan kegiatan kali ini,” katanya. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 76 times, 1 visits today)