Kuasa Hukum Ketua DPRD Poso Akan Polisikan Oknum Persekusi dan Penyebar Hoax

oleh -
Sesi Mapeda didampingi kuasa hukumnya saat memberikan keterangan, Senin (14/12/2020). (Foto : Istimewa)

POSO, Kabar Selebes – Kuasa Hukum Sesi Mapeda yang menjabat sebagai Ketua DPRD Poso, Yan Patris Binela dengan tegas akan mempolisikan oknum terduga pelaku persekusi dan penyebar hoax terhadap kliennya.

Hal itu, terkait kliennya yang tuding melakukan money politik di masa minggu tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Poso pada Selasa (8/12/2020) malam, di Dusun Toaro, Kelurahan Sawidago, Kecamatan Pamona Puselemba.

Kepada awak media ini, Senin (14/12/2020), Yan Patris Binela mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan akan segera melapor ke polisi.

“Yang kita kejar adalah penegakan hukum, kita tidak boleh main-main dengan hal ini jangan dianggap sepele perbuatan persekusi yang dilakukan dengan cara yang tidak baik juga menyebar berita hoax,” ujarnya.

Melaporkan perbuatan persekusi dan penyebaran berita hoax, menurutnya terdapat dua tindak pidana, yakni umum serta khusus.

“Kemarin ibu Sesi dilaporkan ke Bawaslu oleh beberapa oknum tentang money politik, sambil menunggu laporan itu, kami juga melapor ke Bawaslu. Keputusan dari Bawaslu Poso mengatakan bahwa dugaan ibu Sesi Mapeda melakukan money politik itu tidak benar. Ibu Sesi tidak melakukan money politik seperti yang dituduhkan oleh pelapor dan itu hasil kajian dari Bawaslu Poso,” bebernya.

Ditambahkannya, ada puluhan oknum pelaku yang akan dilaporkan ke pihak kepolisian terkait dugaan kasus persekusi dan penyebaran berita hoax kepada ketua DPRD Poso.

“Hari ini kami langsung ke Polres Poso akan melapor, kami tidak main-main ini harus dihukum,” tegas Yan Patris.

Dihadapan wartawan, Sesi Mapeda mengaku tidak terima dengan tindakan para terduga pelaku persekusi dan penyebar berita hoax yang menuduh dirinya melakukan money politik.

“Saya tidak terima, ini negara hukum. Para pelaku sengaja menghadang saya, menggeledah saya di dalam mobil, meneriaki saya dengan kata-kata kotor, sebarkan berita hoax, saya difoto di rekam disebarkan di media seolah-seolah saya ini sudah bersalah dan melakukan yang mereka tuduh. Perlu ditahu padahal saya tidak melakukan apa-apa saat itu saya diperjalanan pulang dari melakukan pemantuan di pos tim pemenangan dan tidak ada kampanye atau money politik,” pungkasnya. (rdn/rlm)

Laporan : Ryan Darmawan

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 152 times, 1 visits today)