Di Tengah Pandemi, DPMD Jadikan Desa Dampal Donggala Percontohan Balai Belajar Kampung

oleh -
Penyerahan piagam penghargaan oleh DPMD kepada Pemerintah Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. (Foto: Istimewa)

DONGGALA, Kabar Selebes – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Sulawesi Tengah, menjadikan Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, sebagai desa percontohan pelaksanaan balai belajar kampung (BBK). Hal itu dilakukan sebagai upaya memaksimalkan pembangunan desa yang responsif gender di masa pandemi Covid-19.

“Tujuan dilaksanakannya balai belajar kampung adalah sebagai wadah pembelajaran untuk menguatkan kapasitas dan pemahaman perempuan terkait konsep dasar gender, hak asasi manusia, kesehatan reproduksi, kebhinekaan, demokrasi dan tata pemerintahan yang baik, serta kepemimpinan perempuan dalam memperkuat fungsi layanan ramah perempuan berbasis komunitas di wilayah hunian sementara di Kota Palu dan Kabupaten Donggala,” ucap Kepala DPMD Sulteng, Zubair, melalui Sekretaris DPMD Sulteng, Irmawati Sahi, di Palu, Senin (14/12/2020).

Irmawati Sahi menuturkan pihaknya telah memberikan piagam penghargaan kepada Pemerintah Desa Dampal atas dukungan dan komitmennya dalam menyelenggarakan pembangunan desa yang responsif gender, salah satunya mengakomodasi balai belajar kampung sebagai pembelajaran untuk penguatan kapasitas perempuan.

“Balai belajar kampung ini bertujuan untuk mendorong pembangunan desa yang responsif gender,” ungkap Irma sapaan akrab Irmawati Sahi.

Ia menerangkan, dengan terbentuknya balai belajar kampung, diharapkan adanya kemampuan perempuan dalam menerjemahkan materi belajar yang diberikan dalam BBK.

Selain itu, kata dia, perempuan di desa diharapkan dapat menginternalisasikan pengetahuan dan kemampuannya kepada perempuan lain dan komunitas yang ada di desa.

“Lewat balai belajar kampung diharap mampu melahirkan kepemimpinan perempuan yang mampu menggerakkan dan mempengaruhi gender role dalam masyarakat,” sebut Irma.

Balai belajar kampung, menurut dia, bisa mendorong perempuan di desa untuk menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat baik di level kelurahan/desa, kabupaten/kota hingga provinsi, Khususnya di era pandemi seperti saat ini.

Berkaitan dengan adanya pandemi COVID-19, Irma mengutarakan, balai belajar kampung yang ada di desa, bisa menjadi wadah untuk penguatan peran perempuan dalam edukasi terkait pencegahan penularan COVID-19.

Demikian, balai belajar kampung kata dia menjadi salah satu program prioritas sebelum memulai intervensi program di basis wilayah dampingan.

“Dinas PMD Sulteng bersinergi dengan Yayasan Sikola Mombine melalui dukungan dari Yayasan Kerti Praja dan UNFPA memfasilitasi perempuan penyintas agar dapat terlibat dalam program-program penguatan mekanisme rujukan kekerasan berbasis gender, serta pengetahuan terkait kekerasan berbasis gender di komunitas. Hal itulah yang mendasari pokok pikiran dari pentingnya penguatan kapasitas dan pengetahuan perempuan melalui balai belajar kampung,” ujarnya. (iz/ap)

Laporan: Indrawati

Silakan komentar Anda Disini....