Kunjungan Panglima TNI dan Kapolri ke Poso, BEM Unsimar: Ada harapan besar dari Masyarakat Kasus MIT Tuntas

oleh -
Ilustrasi: Satu Regu TNI Angkatan Darat tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT di desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (Foto : Mohammad Arief/KabarSelebes.ID)

POSO, Kabar Selebes – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sintuwu Maroso (BEM UNSIMAR) merespon baik mengenai kedatangan dua petinggi aparat keamananan yang dijadwalkan pada 23 Desember 2020 berkunjung ke wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Ketua BEM Unsimar Poso, Ray Metusala mengakui kedatangan Panglima TNI dan Kapolri di Sulteng memberi harapan besar penanganan kelompok MIT Poso segera terselesaikan.

“Ini merupakan angin segar untuk masyarakat Poso, di tengah kecemasan dan kekhawatiran pasca pembantaian di desa Lemban Tongoa, karena harapan masyarakat sangat besar, bagaimana keamanan masyrakat Poso tetap terayomi. Tentunya masyarakat bisa beribadah, berkegiatan ekonomi, ataupun sosial dengan nyaman tanpa ada ketakutan,” terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima KabarSelebes.ID, Senin malam (21/12/2020)

Kata Ray, kedatangan kedua petinggi keamanan tersebut di tana Poso dapat melahirkan kebijakan-kebijakan yang lebih baik lagi dalam penuntasan kelompok-kelompok radikal yang berada di Poso. Apalagi kurang lebih 5 tahun operasi Tinombala berjalan belum mampu menuntaskan masalah itu dengan selesai.

“Jadi perlu adanya perubahan metodologi operasi, jika sebelumnya ops Tinombala dilakukan melalui patroli rutin di waktu tertentu maka ini harus diubah dengan metode pendekatan operasi militer, misalkan menyiapkan tim khusus seperti kopasus yg bisa digerakan kapan saja,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan negara bukan sekedar menghukum pelaku, menangani trauma, tetapi juga membongkar dan meniadakan jaringan tersebut serta pemerintah harus hadir dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Dia mengharapkan hasil kunjungan dan dialog bersama lintas tokoh agama dan masyarakat melahirkan solusi-solusi yang tuntas, bermartabat, dan berkeadilan.

“Sebagaimana kita ketahui nilai-nilai Tuwu Malinuwu, Tiwu Siwangi, dan Sintuwu Maroso menjadi narasi yg harus diperkuat dengan cerita keseharian masyarakat Poso, yang saling menghidupi, saling menopang, dan bekerja bersama-sama,” pungkasnya. (rdn/ap/fma)

Laporan : Ryan Darmawan

Silakan komentar Anda Disini....