Remaja Mendominasi Penyalahgunaan Narkoba di Palu Selama Tahun 2020

  • Bagikan
Ilustrasi: Seorang warga melintas di depan halaman Kantor BNN Kota Palu, Sulawesi tengah. (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Selama tahun 2020 kasus peredaran narkoba di Kota Palu, Sulawesi Tengah masih marak terjadi. Dalam sejumlah kasus, kalangan remaja mendominasi penyalahgunaan barang haram tersebut. 

Kasi penindakan BNN Palu, Nurman menuturkan, pelajar ataupun remaja yang kini sedang menjalani rehabilitasi di klinik Pratama Sangurara Palu ada sebanyak 17 orang. Sedangkan wiraswasta sebanyak 14 orang, Petani, buruh maupun nelayan sebanyak 2 orang dan tidak sedang bekerja ada sebanyak 17 orang.

Rentang umur yang menjalani rehabilitasi yakni pada usia 18 tahun ada 11 orang, 18-25 tahun sebanyak 23 orang, 26-30 tahun sejumlah 10 orang, 31-35 tahun ada 5 orang, 36-40 tahun sebanyak 2 orang dan 41-45 tahun hanya 1 orang.

“Laki-laki mendominasi dengan jumlah 48 orang, sementara perempuan berjumlah 4 orang,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers di Kantor BNN Palu, Senin (28/12/2020).

Dijelaskan secara keseluruhan, BNN Palu mencatat ada 63 orang yang saat ini menjalani rehabilitasi. Jumlah itu termasuk yang saat ini masih menjalani rehabilitasi di layanan rujuk rumah sakit Madani Palu dan di luar daerah yaitu Badokka, Makassar dan Tanah Merah, Samarinda.

Dia menegaskan rehabilitasi oleh BNN dilakukan secara gratis, tanpa adanya pungutan biaya, namun hanya membutuhkan biaya perjalanan.

“Apabila dengan keluarga tidak mampu dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan,” katanya.

Optimis Tekan Peredaran Narkoba di tahun 2021

Kasus yang tak kunjung mereda menempatkan Sulawesi Tengah menjadi penyumbang terbanyak peredaran narkoba di Indonesia dengan menempati urutan ke empat. Kota Palu menjadi daerah di Sulteng yang paling rawan disusul oleh Kabupaten Parigi Moutong.

Kepala BNN Palu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Baharuddin pada kesempatan yang menuturkan, dari 6 wilayah di Sulteng yang rawan akan peredaran narkoba, 5 di antaranya berada di kawasan daerah kota Palu.

Untuk itu, BNN Kota Palu kata dia dalam menyusun strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), terus berupaya untuk melakukan kegiatan pengurangan supply dan demand secara berimbang melalui upaya pemberantasan.

“BNN Kota Palu bersama Pemerintah Kota Palu telah merintis program Kota Palu Bersinar atau Palu bersih dari narkoba yang bertujuan untuk menjadikan kawasan rawan penyalahgunaan narkoba menjadi kawasan atau daerah yang bersih,” ujarnya.

Program itu lanjutnya selama tahun 2020 tidak berjalan efektif sebab berbagai persoalan utamanya akibat kurangnya anggaran dan pandemi Covid-19. Meski begitu, dia optimis dengan bantuan dari pemerintah setempat dan kerja nyata dari BNN, di tahun 2021 kasus narkoba di Palu dapat ditekan.

“InsyaAllah di tahun depan mudah-mudahan Sulawesi Tengah dari rangking 4 kita turunkan menjadi rangking 20 kasus terbanyak peredaran narkoba,” katanya. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan
Read previous post:
1.310 Personel Polda Sulteng Naik Pangkat

POSO, Kabar Selebes – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar upacara kenaikan pangkat periode...

Close