Covid-19 Meningkat, Masuk Sulteng Wajib Tunjukkan Rapid Antigen

oleh -
Tim medis melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang hendak memasuki wilayah Kota Palu di Kantor Kecamatan Tawaeli guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, Senin 13 April 2020. (Foto:Adi Pranata/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola akhirnya mengeluarkan surat edaran tentang kewajiban menunjukkan hasil rapid test anti gen non reaktif Covid-19 bagi pelaku perjalanan.

Kebijakan itu harus dikeluarkan di tengah terus meningkatnya temuan kasus Covid-19 yang tertuang dalam surat edaran nomor 443/692/DIS.KES tertanggal 28 Desember 2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Sulteng.

Menunjukkan surat bebas Covid-19 itu berlaku bagi pelaku perjalanan yang hendak masuk ke Sulteng baik melalui jalur darat, laut, maupun udara. Surat hasil tes itu berlaku selama 3×24 Jam (tiga hari).

Dalam Surat Edaran itu, Longki juga meminta kepada Satgas Covid-19 dan pihak terkait mengintensifkan pemantauan dan pengawasan terhadap protokol kesehatan di tempat keramaian seperti restoran, café, mall, tempat wisata, bahkan di lokasi hajatan atau pesta yang digelar warga.

“Surat edaran ini mulai berlaku 29 Desember, 2020 sampai terjadinya penurunan kasus Covid-19 secara signifikan di Sulawesi Tengah,” kata Longgki dalam edaran yang dikutip KabarSelebes.ID, Selasa (29/12/2020).

Longki meminta pemerintah Kabupaten dan kota di daerah setempat segera menindaklanjuti surat edaran itu agar penanganan virus itu lebih cepat dilakukan.

Bahkan Orang nomor 1 di Sulteng itu meminta Daerah Kabupaten maupun kota yang mengalami peningkatan kasus Covid-19 untuk mempertimbangkan pelaksanaan semi PSBB atau karantina wilayah dan pembatasan jam kerja hingga pukul 20:00 Wita.

Demikian, kebijakan pengetatan pengawasan akses keluar masuk dan interaksi sosial di ruang publik itu dikeluarkan Pemprov Sulteng di tengah peningkatan signifikan kasus Covid-19.

Berdasarkan data Pusat data dan Infomrasi (Pusdatina) Covid-19, kasus di Sulteng hingga 28 Desember mencapai 3.107 kasus sejak Maret tahun 2020. Dari jumlah itu disebutkan 1.762 orang dinyatakan sembuh dan 106 lainnya meninggal dunia. (*/ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 505 times, 1 visits today)