BNNP Sulteng Ungkap 19 Kasus Peredaran Narkoba Selama Tahun 2020

oleh -
Sejumlah tersangka pengedar narkoba yang berhasil diringkus Polda Sulteng beberapa waktu lalu. (Foto: Mohammad Arief/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil mengungkap 19 kasus pada sisi supply reduction yang terhitung sejak Januari hingga Desember tahun 2020 melalui upaya pemberantasan. 38 orang ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut.

“Sejak Januari – Desember 2020 barang bukti yang telah disita oleh BNNP Sulawesi Tengah yakni Shabu sebanyak 1.374,01 gram, Ganja 960 gram, uang tunai sebanyak Rp. 37.684.000, roda dua satu unit dan roda empat dua unit,” sebut Kepala BNNP Sulteng, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Monang Situmorang saat konferensi pers akhir tahun di kantor BNNP Sulteng, Jalan Dewi Sartika,Kota Palu, Rabu (30/12/2020).

Atas sejumlah kasus itu, BNNP Sulteng kini terus mengupayakan pemberantasan narkoba dengan maksimal melalui pemutusan jaringan narkoba agar mampu menurunkan supply narkoba.

Menurut Situmorang, langkah pemberantasan tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan jika tidak diimbangi dengan demand reduction atau pengurangan permintaan narkoba melalui langkah pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

“Jaringan yang saat ini diupayakan untuk diputuskan BNNP Sulteng adalah jaringan Lapas Petobo yang dikendalikan oleh Napi Hj. Ijhal dan Napi Aking (Lapas Cipinang Jakarta),” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk pencegahan, BNNP Sulteng terus melakukan Diseminasi Informasi berupa sosialisasi bahaya Narkoba ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari Instansi Pemerintah, Instansi Swasta, Kelompok Organisasi Masyarakat, Instansi Pendidikan dan Perguruan tinggi, serta kelompok-kelompok masyarakat.

Sejak Januari hingga Desember 2020, BNNP Sulteng telah melakukan diseminasi informasi hingga 2.743.394 orang. Dengan rincian 4.069 orang pelajar, 1.160 orang mahasiswa, 125 orang pekerja, dan 2.738.040 kelompok masyarakat. (maf/ap)

Laporan : Mohammad. Arief

Silakan komentar Anda Disini....