Tambang PT Trio Kencana Seluas 15.725 Hektar di Parigi Moutong, FMMT: Dampaknya Buruk

  • Bagikan
Ratusan massa aksi yang tergabung dalam FMMT bersama kelompok tani se-Kecamatan Kasimbar dan KPA Siafaroi saat menyampaikan orasinya dengan pengawalan ketat pihak Kepolisian pada Kamis pekan lalu. (Foto : Sam Udin RadarParimo.com)

PARIGI MOUTONG, Kabar Selebes – Lahan pertambangan emas yang akan dikelola PT Trio Kencana di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) berdasarkan izin eksplorasi seluas 15.725 Hektar.

Tak tanggung-tanggung, Lahan pertambangan seluas 15.725 Hektar milik PT Trio Kencana itu, meliputi tiga kecamatan, yakni Toribulu, Kasimbar, dan Tinombo Selatan.

Parahnya, lahan pertambangan tersebut mencakup kawasan perkebunan, pertanian hingga pemukiman warga.

Demikian diungkapkan koordinator lapangan massa Aliansi Front Masyarakat Menolak Tambang (FMMT) bersama kelompok tani se-Kecamatan Kasimbar dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Siafaroi melalui Hairuldani dalam orasinya saat menggelar aksi pada Kamis (31/12/2020).

Menurutnya, aktifitas pertambangan emas PT Trio Kencana akan memberikan dampak yang buruk terhadap pertanian dan perkebunan warga di Kecamatan Kasimbar, karena bakal menimbulkan kerugian.

Apalagi, sebagian besar mata pencarian masyarakat adalah bertani.

Tidak hanya itu, aktifitas pertambangan emas tersebut, juga dipastikan bakal berdampak buruk pula terhadap maga pencarian para nelayan.

“Jika PT Trio Kencana beroperasi, sudah pasti akan menimbulkan kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan. Melaui aksi ini, kami menyatakan menolak tambang emas di Kecamatan Kasimbar. Kami juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, DPRD, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa (Pemdes) se-Kecamatan Kasimbar agar mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng untuk menolak dan segera mencabut izin pertambangan PT Trio Kencana,” tegas Hairuldani.

Menanggapi hal itu, Camat Kasimbar, Abdul Manan Daeng Malindu, S.Pd, MM mengaku sangat merespon aksi massa tersebut.

Ia berjanji akan meneruskan tuntutan massa yang menyatakan menolak tambang tersebut kepada Pemkab Parigi Moutong, yang dianggapnya memiliki kewenangan.

“Saya akan sampaikan kepada pemerintah di atas, serta buat pernyataan secara tertulis. Kemudian kita akan ajukan kepada yang berwewenang,” akunya.

Usai menyampaikan orasinya, ratusan massa aksi kemudian melakukan penandatanganan spanduk sebagai bentuk pernyataan sikap menolak tambang PT Trio Kencana.

Dalam aksi itu, Camat Kasimbar yang diminta untuk ikut menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan, sayangnya tidak dilakukannya.

Sontak, tindakan Camat Kasimbar tersebut membuat ratusan massa berjanji akan melakukan aksi susulan dengan massa yang lebih besar lagi. (ry/fma)

Laporan : Roy Lasakka

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan
Read previous post:
Ketua DPC Demokrat Buol: Momentum Musda Jadikan Evaluasi untuk Wujudkan Visi Partai

BUOL, Kabar Selebes - Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Demokrat Buol, Kasmat Ibrahim berharap pada...

Close