Gempa Tektonik 4.9 SR di Morowali, Sejumlah Rumah Warga di Bahodopi Mengalami Kerusakan

oleh -
Nampak rumah milik warga rusak parah akibat guncangan gempa di Morowali, Senin (04/01/2020). (Foto: Istimewa)

MOROWALI, Kabar Selebes – Telah terjadi Gempa bumi berkekuatan 4,9 skala richter di wilayah Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, sekitar pukul 03.13 WITA, pada Senin (04/01/2020).

Salah seorang pemuda di wilayah Kecamatan Bahodopi, Irsad mengatakan, bahwa guncangan gempa sangat terasa, sehingga menyebabkan beberapa bangunan rumah warga mengalami kerusakan akibat diguncang gempa.

Bahkan, kata Irsad, listrik sempat padam akibat guncangan gempa.

“Guncangan gempa di Bahodopi sangat terasa sekali, dan ada beberapa bangunan rumah warga mengalami kerusakan,” ungkapnya kepada KabarSelebes.id via WhatsApp pada Senin (04/01/2021).

Demikian pula diutarakan salah satu warga Bahodopi, Retno. Ia menuturkan, bahwa guncangan gempa sangat terasa di wilayah Kecamatan Bahodopi.

Ada beberapa bangunan rumah warga di Desa Fatufia mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

“Kami sangat kaget dan keluar rumah saat tanah bergoyang karena gempa. Ada beberapa rumah yang rusak,” ujarnya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 4.9 skala richter. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.80 LS – 122.20 BT atau tepatnya berlokasi di Teluk Tolo, 8 km arah timur Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 km.

Kepala Stasiun Geofisika Palu, Cahyo Nugroho mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal setempat.

Dijelaskan Cahyo berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan III MMI di Bungku dan Malili. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Ia meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ditambahkan Cahyo pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg) dan masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG. (ahl/ap/fma)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 76 times, 1 visits today)