Mulai Besok, Masuk Palu Wajib Tunjukkan Rapid Anti Gen

oleh -
Ilustrasi: Tenaga medis ber APD lengkap saat bertugas di pos Covid-19 Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Pemerintah Kota Palu kembali memperketat persyaratan di tiap pos pintu masuk perbatasan mulai besok, Rabu (06/01/2021). Bagi pelaku perjalanan nantinya akan diwajibkan menunjukan hasil rapid anti gen bebas Covid-19.

“Yang tidak membawa rapid test dan tidak berkenan untuk diperiksa rapid di lapangan, maka dengan sangat terpaksa sesuai dengan surat edaran akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing,” kata Kepala Dinas kesehatan Kota Palu, dr Husaema, Selasa (29/12/2020).

Surat edaran bernomor : 443/2429/Dishub/2020 perihal persyaratan perjalanan masuk ke Kota Palu telah ditandatangani oleh Sekretaris Kota Palu, H.Asri., S.H sejak tanggal 29 Desember 2020 lalu.

Dalam surat edaran dituliskan bahwa pelaku perjalanan luar provinsi Sulawesi Tengah wajib menunjukan rapid anti gen bebas Covid-19 yang berlaku 3×24 jam atau 3 hari.

Demikian juga pelaku perjalanan daerah Kabupaten maupun Kota di Sulteng. Jika sebelumnya masuk ke Kota Palu hanya menggunakan surat keterangan berbadan sehat, kini pelaku perjalanan di daerah setempat wajib menunjukan rapid anti gen bebas Covid-19 yang berlaku 5×24 jam atau 5 hari.

Meski begitu, dalam edaran disebutkan pelaku perjalanan yang tidak dapat menunjukkan hasil rapid test antigen dan anti body non reaktif dari daerah asal, dapat melakukan pemeriksaan rapid test berbayar melalui pelayanan kesehatan komersil di setiap pos lapangan pintu masuk Kota Palu.

“Pos lapangan pemeriksaan pintu masuk Kota Palu di buka 1 x 24 jam yang dijaga oleh petugas gabungan dari Tenaga Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, dan TNI serta Polri,” sebut edaran yang dikutip KabarSelebes.ID.

Menurut Husaema, surat edaran sengaja dikeluarkan jauh-jauh hari agar bisa disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat.

Pemkot Palu kata dia juga telah menyurat kepada seluruh kepala daerah yang ada di Sulawesi Tengah, termasuk Gubernur di wilayah pulau Sulawesi, agar dapat memahami bahwa berdasarkan statistik pelaku perjalanan banyak yang terkena Covid-19.

Belum lagi kata Husaema kota Palu yang saat ini sudah masuk pada transmisi lokal. Hal ini menurutnya jika dibiarkan berlarut tanpa adanya keputusan yang tegas, sebaran Covid-19 di Kota Palu makin tidak terkendali bahkan masuk pada zona hitam.

“Di bulan November ada 23 kasus Positif Covid-19 berasal dari pelaku perjalanan, kalau 23 itu saja dari pelaku perjalanan dan dibiarkan bisa menjadi suatu malapetaka yang sangat besar,” tandasnya.  (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini....