Data Pelanggaran Lalulintas di 2020, Satlantas Polres Palu: Tilang 3.551 dan Teguran 1.776

oleh -
Anggota Satlantas Polres Palu ketika melaksanakan Operasi Zebra 2020. (Foto : Rifaldi Kalbadjang/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Berdasarkan data pelanggaran lalulintas Kamseltibcar Lantas yang terhitung sejak Januari-Desember 2020, mengalami penurunan drastis.

Tercatat, pelanggaran lalulintas di 2020, dalam bentuk tilang sebanyak 3.551 dan teguran hanya 1.776.

“Terjadi penurunan pelanggaran yang sangat signifikan dibanding tahun 2019, yang tercatat 6.580 dalam bentuk tilang dan 3.928 jenis teguran,” sebut Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Palu, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Timor Amboina, Rabu (6/1/2021).

Ia mengatakan, melihat perbandingan trend pelanggaran lalulintas berdasarkan data Kamseltibcar antara 2019 dan 2020, terjadi hitungan menurun angka prevelensi dalam bentuk tilang mencapai trend -3.029, dan teguran terjadi selisih -2.152.

“Jika ditotalkan penurunan tersebut pada tahun 2019, pelanggaran dalam bentuk tilang dan teguran sejumlah 10.508. Sedangkan tahun 2020, tercatat sebanyak 5.427 dengan total trend keseluruhan -5.261 pelanggaran,” terangnya.

Sementara itu, dari data trend Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) di 2020, terjadi peningkatan kerugian materil yang begitu signifikan, yakni mencapai Rp 312.403.000.

Sedangkan pada 2019, hanya mencapai Rp 42.182.500, sehingga terjadi perbedaan trend kurang lebih Rp 270.220.500.

Meski terjadi peningkatan yang begitu signifikan, kata dia, dari uraian kerugian materil, jumlah korban meninggal dunia, mengalami luka ringan dan bahkan luka berat akibat kecelakaan lalulintas menurun.

“Pada tahun 2020, jumlah kecelakaan lalulintas terdapat 138 kejadian, dengan korban meninggal dunia sebanyak 27 jiwa, yang mengalami luka berat 64 orang, dan luka ringan 84 pengendara,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pada 2019, total kejadian kecelakaan lalulintas sebanyak 258 insiden dengan korban meninggal dunia 61 orang, luka berat 93, dan luka ringan 213 orang.

“Memang karena pandemi ini, kami diperintahkan untuk melakukan penindakan berupa tilang hanya 20 persen. Sisanya hanya imbauan agar masyarakat menggunakan masker dan taat protokol kesehatan,” ujarnya.

Ia mengimbau, terhadap pengendara roda dua dan roda empat agar selalu tertib berlalu lintas, larangan terhadap pengendara dibawah umur, larangan menggunakan alat komunikasi (HP) pada saat berkendara, saat berkendara menggunakan helm SNI bagi pengendara dan yang dibonceng, tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas berkendara.

“Utamanaya agar pengendara tidak melawan arus pada saat berkendara yang dapat berakibat kecelakan, agar tidak berkendara dalam pengaruh minuman keras atau obat-obatan terlarang, serta lengkapi kelengkapan kendaraan dan surat-suratnya. Kami juga mengimbau agar masyarakat dapat menumbuhkan kesadaran dari diri pribadi dengan selalu tertib berlalu lintas, sehingga angka kecelakaan dapat diminimalisir,” pungkasnya. (maf/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 37 times, 1 visits today)