Mulai Diberlakukan, Masih Banyak Pelaku Perjalanan Tak Tunjukkan Rapid Menuju Palu

oleh -
Suasana posko Covid-19 di perbatasan pintu masuk Kota Palu di Kecamatan Tawaeli, Rabu (06/01/2021). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes ID).

PALU, Kabar Selebes – Surat Rapid anti gen maupun anti body bebas Covid-19 hari ini, Rabu (06/01/2021) wajib ditunjukan pelaku perjalanan yang hendak menuju ke Kota Palu.

Meski sudah disosialisasikan jauh hari, masih banyak pelaku perjalanan yang belum menunjukan surat keterangan rapid anti gen maupun anti body bebas Covid-19 di setiap pintu masuk perbatasan.

Berdasar pantauan, di Posko perbatasan Covid-19 di Kecamatan Tawaeli, beberapa pelaku perjalanan hanya menunjukan surat rapid biasa dan surat keterangan berbadan sehat.

Warga saat diminta menunjukan surat rapid di posko perbatasan kecamatan Tawaeli. (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

Padahal, dalam surat edaran pemerintah tertanggal 29 Desember 2020 sudah ditegaskan Rapid anti gen menjadi syarat mutlak pelaku perjalanan luar provinsi untuk masuk wilayah kota Palu.

Demikian juga dengan pelaku perjalanan asal kabupaten/Kota di Sulteng wajib menunjukan rapid anti body bebas Covid-19.

Irmawati selaku petugas Bantuan Komunikasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Pos lapangan  Tawaeli menuturkan, sejak diberlakukan mulai pukul 12:00 Wita, banyak pelaku perjalanan putar balik akibat tidak membawa rapid bebas Covid-19.

“Dari tadi malam masih banyak pelaku perjalanan yang tidak membawa rapid,” jelasnya kepada KabarSelebes.ID saat ditemui di posko.

Dia menuturkan, di Pos Tawaeli rata-rata pelaku perjalanan luar Sulteng yakni berasal dari daerah dari Manado, Makassar, dan Gorontalo.

Pelaku perjalanan yang tidak membawa rapid anti gen maupun anti bodi kata dia dipersilahkan rapid tes secara mandiri pada layanan kesehatan komersil yang telah disediakan oleh pihak swasta.

“Apabila mereka tidak mau, dengan sangat terpaksa kami dari tim pos Tawaeli mempersilahkan untuk putar balik,” tegasnya.

Di depan pos Tawaeli ada salah satu layanan kesehatan milik swasta. Pada layanan terpampang harga pemeriksaan rapid secara mandiri yakni senilai 150 ribu rupiah.

Kata dia, sejak tadi sudah ada sekira 7 orang pelaku yang memeriksakan diri dan hasilnya non reaktif.

Warga memeriksakan diri di layanan kesehatan swasta di depan posko perbatasan Kecamatan Tawaeli. (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

Apabila ada yang dinyatakan reaktif Covid-19, petugas di posko akan langsung menghubungi ambulance puskesmas Tawaeli untuk mengantarkan pelaku perjalanan menuju ke tempat perawatan pasien di Asrama Haji maupun rumah sakit rujukan.

“Dan dari tadi belum ada yang reaktif hasilnya non reaktif semua,” jelasnya.

Diketahui, pemberlakuan surat rapid anti gen maupun anti bodi bagi pelaku perjalanan merupakan upaya pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang terus meningkat signifikan.

Per tanggal 5 Januari 2021, Pusat data dan Informasi (Pusdatina) Sulteng mencatat ada sebanyak 655  Pasien Covid-19 asal kota Palu yang masih menjalani perawatan.

Pemberlakuan surat rapid bebas Covid-19 sendiri masih akan terus diterapkan menunggu surat edaran berikutnya dari pemerintah setempat. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 55 times, 3 visits today)