Angka Perkawinan Anak di Sulteng Meningkat Pasca Bencana, KPKP: Kontrol Orang Tua Lemah Karena Tinggal di Huntara

oleh -
KPKP Sulteng saat menggelar konferensi pers catatan tahunan, Jumat (08/01/2021).(Foto: Rifaldi Kalbadjang/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Yayasan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan (KPKP) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut kasus perkawinan anak meningkat pasca bencana gempa di Palu 28 September 2018.

Ketua KPKP Sulteng, Soraya Sultan mengatakan perkawinan anak itu terjadi karena hamil di luar nikah yang disebabkan oleh beberapa faktor.

“Faktor-faktor yang disebabkan di antaranya kontrol orang tua yang lemah karena tinggal di camp atau huntara (Hunian Sementara),” ungkapnya dalam konferensi pers Catatan Tahunan KPKP Sulteng, Jumat (08/01/2021).

“Kemudian melakukan hubungan seks di atas 5 kali serta melakukan seks karena suka sama suka dan karena kesempatan,” tambahnya.

Dia merinci, berdasar laporan yang diterima oleh relawan KPKP di 6 Ruang Ramah Perempuan (RRP) dan 2 posko pengaduan Desa, tercatat ada sebanyak 43 kasus perkawinan anak yang terjadi di Sulteng pasca bencana dalam kurun waktu November 2018-Oktober 2019.

KPKP Sulteng memprediksi angka ini akan jauh lebih besar mengingat jumlah titik Huntara yang tersebar di 3 Kabupaten/ Kota ada sebanyak 48 titik. Dengan rincian Kota Palu 21 titik, Kabupaten Sigi 18 dan Donggala 9. (rkb/ap/fma)

Laporan: Rifaldi Kalbadjang.

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 95 times, 1 visits today)