Persiapan Jelang Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama di Palu

oleh -
drg. Lutfiah MKM

PALU, Kabar Selebes – Pemerintah Kota Palu, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) siap untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Kesiapan itu di antaranya yakni menetapkan 13 Puskesmas dan 7 rumah sakit di Kota Palu sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi.

“Selain itu kami juga mempersiapkan alat pelindung diri (APD),” kata Kepala bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesling Dinkes Palu, drg Lutfiah, MKM saat ditemui Selasa, (12/01/2021).

“Dan alhamdulillah saat ini distribusi APD dari dinas provinsi sudah tiba di dinas kesehatan kota Palu,” tambahnya.

Dinkes Palu juga telah mengusulkan pendampingan vaksinasi berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan kementerian dalam negeri tanggal 8 Desember 2020.

Pembiayaan pendampingan menurut Lutfiah sementara sedang diusulkan dengan menyurat secara resmi ke sekertaris kota Palu.

Selain itu, pihaknya juga telah berkordinasi bersama Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Sulawesi Tengah untuk berkordinasi mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan usai vaksinasi.

“Tapi seperti kita ketahui sudah dikeluarkan keputusan oleh Balai POM pusat ada efikasinya (Kemanjuran) sekitar 65,3%,” ungkapnya.

Tak hanya itu, bahkan kata Lutfiah, untuk mengefektifkan vaksinasi Dinkes Palu pada Rabu (13/01/2021) esok akan melaksanakan simulasi bekerjasama dengan BPJS kesehatan di Puskesmas Kawatuna.

“Dan saat ini juga lagi dilatih oleh balai pelatihan kesehatan fasilitator untuk Vaksinasi dan saat ini lagi berjalan,” terangnya.

Sementara itu dijelaskan secara teknis pelaksanaan pada setiap puskesmas dan rumah sakit telah disediakan 4 meja untuk vaksinasi awal untuk tenaga kesehatan.

Sedangkan Nakes harus memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) terlebih dahulu sebelum siap untuk divaksin. Begitu juga kata dia dengan saat vaksinasi berlangsung, si penerima akan mengisi pertanyaan skrining sebelum sebelum diberi vaksin.

Hal itu dilakukan sesuai aturan bahwa orang yang memiliki penyakit bawaan tertentu tidak bisa untuk melakukan vaksinasi.

“Maka dari 4 meja itu akan ada seleksi apakah si penerima siap untuk divaksin,” ujarnya.

Selain penyakit bawaan, nakes yang memiliki riwayat Covid-19 tidak akan mendapatkan Vaksin. Lutfiah menjelaskan saat ini telah ada kurang lebih 200 tenaga kesehatan di Palu yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dan saat ini kami sudah mengirimkan nama-nama nakes yang terkonfirmasi ke Provinsi dan mereka tidak termasuk sebagai penerima vaksin,” katanya.

Meski telah mempersiapkan segala sesuatunya, Lutfiah menuturkan hingga saat ini belum ada kejelasan waktu vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Palu akan dilaksanakan.

Begitu juga kata dia dengan jumlah total nakes yang akan divaksin, hingga saat ini belum ada kejelasan jumlah dosis vaksin yang akan diterima oleh Kota Palu.

“Karena ini bertahap, kami lagi menunggu berapa alokasi vaksin yang diberikan ke kami dalam waktu dekat,” katanya. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 56 times, 1 visits today)